
PT Pertamina Patra Niaga mengerahkan 108 mobil tangki untuk mengatasi masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali. Seperti diketahui, kelangkaan telah menyebabkan warga Bali harus mengikuti antrean panjang untuk mendapatkan stok BBM.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, pengerahan 108 mobil tangki tersebut dilakukan melalui penambahan pasokan, optimalisasi armada, serta pengoperasian terminal BBM dan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama 24 jam guna mempercepat pemulihan distribusi dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Dari sisi pasokan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026. Dari total tambahan pasokan sekitar 57,9 juta liter yang direncanakan, sekitar 19 juta liter telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Sisa pasokan dijadwalkan tiba secara bertahap dalam dua hingga tiga hari ke depan. Tambahan tersebut terdiri atas Pertalite dan Pertamax untuk memperkuat ketersediaan BBM dan memperlancar penyaluran ke SPBU di Bali.
Untuk mempercepat distribusi, Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis dioperasikan selama 24 jam guna mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran BBM. Selain itu, sebanyak 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung juga beroperasi selama 24 jam untuk memperluas akses layanan bagi masyarakat dan membantu mengurai antrean BBM.
“Kondisi layanan di sejumlah wilayah mulai berangsur kondusif. Namun, upaya pemulihan akan terus kami lanjutkan agar penyaluran BBM semakin lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Kitty, Kamis, (15/10).
Selain memperkuat pasokan dan distribusi, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan penjualan BBM secara literan di sejumlah SPBU di Kota Denpasar, khususnya di lokasi dengan tingkat kepadatan dan antrean kendaraan yang tinggi. Sejak hari pertama pelaksanaan, penjualan melalui layanan tersebut mencapai sekitar 5.000 liter per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di tengah tingginya antrean.
Seiring dengan proses normalisasi distribusi, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Masyarakat juga diminta tidak menimbun stok BBM maupun membeli BBM bersubsidi untuk dijual kembali secara ilegal karena dapat menghambat kelancaran distribusi dan merugikan masyarakat yang berhak. (H-3)
