
SATUAN Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Metro Jaya mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, serta mensterilkan lokasi dan mengamankan area terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat dan petugas.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, personel dikerahkan untuk membantu evakuasi, sterilisasi lokasi, pencarian di area terdampak, serta menjaga perimeter agar proses penanganan berjalan aman.
Ia menyebut, fokus awal personel adalah memberikan pertolongan sekaligus memastikan area kejadian aman bagi masyarakat maupun petugas yang melakukan penanganan.
“Personel langsung bergerak membantu evakuasi, melakukan sterilisasi, pencarian di area terdampak, serta mengamankan perimeter. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan memastikan proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat, aman, dan terkoordinasi,” ujar Henik di Jakarta, Rabu.
Adapun 50 personel yang diterjunkan terdiri atas 20 personel patroli Batalyon C Pelopor, 20 personel SAR Batalyon C Pelopor, serta 10 personel Unit Komposit Detasemen Gegana. Penanganan dipimpin Danyon C Pelopor Kompol Toha Subakat bersama Polres Tangerang Selatan dan unsur terkait lainnya.
Berdasarkan laporan sementara, kata Henik, enam orang dilaporkan menjadi korban dan telah dibawa ke RS Sari Asih Ciputat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Personel SAR Brimob bersama Polres Tangerang Selatan masih melakukan evakuasi, pembersihan, serta pemeriksaan pada bagian bangunan yang terdampak untuk memastikan tidak terdapat korban lain,” kata dia.
Sementara itu, personel Gegana melakukan sterilisasi di area kejadian, sementara personel patroli Brimob membantu menjaga perimeter agar proses olah tempat kejadian perkara dan penanganan di lapangan dapat berlangsung dengan aman.
“Informasi awal menyebut ledakan diduga berkaitan dengan tabung gas elpiji, namun penyebab pasti masih didalami oleh petugas,” kata Henik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta pemeriksaan berdasarkan fakta di lapangan.
“Saat ini evakuasi, sterilisasi, dan olah TKP masih berlangsung. Penyebab ledakan akan disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan, sehingga kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja,” pungkas Budi.
Berdasarkan informasi sebelumnya bahwa peristiwa tersebut mengakibatkan tujuh orang menjadi korban. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara enam korban lainnya masih menjalani penanganan medis di rumah sakit.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Achad Tri Prasetyo, S.T. Ia dinyatakan meninggal dunia saat mendapatkan penanganan di instalasi gawat darurat (IGD) RS Fatmawati. Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Suryanto dan Bahtiar, masih menjalani tindakan medis di RS Fatmawati. Adapun empat korban lainnya, yaitu Mudyawati, Anasyah, Sarmin, dan Wahyu Muhammadinno, masih mendapatkan penanganan medis di RS Sari Asih.
Hingga saat ini, penyebab serta sumber ledakan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Petugas melakukan pengecekan di lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi dan mendalami peristiwa tersebut. Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab ledakan serta rangkaian kejadian yang mengakibatkan jatuhnya korban. (Anta/P-3)
