
KEPOLISIAN bergerak cepat memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan saat perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Penyelidikan ini dilakukan setelah korban berinisial LK (Amanda Andono, 50) resmi melayangkan laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan nomor laporan LP/B/4008 tertanggal 5 Oktober 2024. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada 4 Oktober 2024 sekira pukul 12.45 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, tim penyidik saat ini tengah mendalami keterangan dari para saksi serta melakukan pengecekan di lokasi kejadian.
“Saat ini sedang ditangani, dilakukan penyelidikan, pemeriksaan beberapa keterangan saksi dan barang bukti, juga melakukan pengecekan olah tempat kejadian peristiwa,” kata Budi di Jakarta, Selasa.
Budi menjelaskan bahwa dugaan kekerasan tersebut dipicu tindakan pelapor yang mempertanyakan dentuman keras dari petasan dan kembang api di lokasi acara.
“Berdasarkan keterangan pelapor, kejadian bermula saat yang bersangkutan mempertanyakan suara petasan dari lokasi kegiatan. Pelapor kemudian mengaku mengalami tindakan kekerasan oleh sejumlah orang,” tutur Budi.
Kesaksian Korban Soal Dugaan Penganiayaan
Pemeriksaan polisi ini berawal dari pengakuan Amanda yang mengalami perlakuan kasar saat mendatangi lokasi perayaan. Ia menuturkan, langkah tersebut diambil lantaran dentuman keras petasan yang berlangsung lama mengagetkan ibunya yang berusia 76 tahun serta anaknya yang berkebutuhan khusus dan sensitif terhadap suara keras.
“Anak saya sampai bangun. Anak saya sampai sampai kaget dan kejang. Saya cuma mikirnya anak dan orangtua saya aja,” kata Amanda kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/10).
Ia menceritakan, suara kembang api tersebut berdentuman sangat keras dan tak kunjung berhenti hingga menit ke-15.
“Ini benar-benar dentuman. Tidak selesai-selesai,” ujar Amanda.
“Sampai di menit ke-15, belum juga berhenti. Jadi, akhirnya saya langsung keluar, tuh. Saya langsung keluar, saya enggak peduli ini mau gimana-bagaimana, tapi ini enggak bener,” ucapnya.
Namun, niat Amanda untuk meminta penjelasan dari penyelenggara justru berujung tindakan fisik. Ia mengaku didorong, ditarik, hingga wajahnya disembur air oleh sejumlah orang di lokasi. Selain itu, putranya yang mencoba melindunginya juga mengalami luka cakaran di tangan.
Atas peristiwa yang dialaminya, Amanda telah meminta perlindungan hukum melalui laporan polisi serta mengunggah keluhannya melalui akun Threads miliknya (@amandaandono). Saat ini kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengusut tuntas laporan tersebut. (Ant/Z-1)
