
KAPAL wisata jenis pinisi, KM Feronia, terbalik dan tenggelam setelah dihantam arus kuat di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari total 30 orang yang berada di atas kapal, 29 orang berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara satu korban lainnya bernama Veronica Beatrix Jessica, 23, hingga kini masih dalam pencarian.
Jessica, seorang warga negara Indonesia yang bertugas sebagai dive master dalam pelayaran tersebut, belum ditemukan hingga operasi pencarian hari pertama ditutup pada Selasa (13/10) malam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi puluhan penumpang dan awak kapal, tetapi pencarian satu korban tersisa masih nihil.
“Hingga pukul 18.00 WITA, sebanyak 29 orang telah berhasil dievakuasi, sementara satu orang penumpang atas nama Veronica Beatrix Jessica, berusia 23 tahun, warga negara Indonesia, masih dalam pencarian. Hingga saat ini, hasil pencarian masih nihil,” kata Fathur, Selasa malam.
Fathur menjelaskan, tim SAR menghadapi kendala cuaca dan medan saat melakukan upaya pencarian di hari pertama.
“Jarak pandang yang terbatas dan arus laut menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi SAR hari ini. Pencarian akan dilanjutkan pada hari kedua, Rabu (14/10),” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula saat KM Feronia bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca sekitar pukul 08.00 WITA dengan mengangkut 25 penumpang dan 5 anak buah kapal (ABK). Kapal tradisional berukuran 51 gross tonnage (GT) tersebut sempat membawa para penumpang melakukan aktivitas menyelam di perairan Manta sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju Labuan Bajo.
Namun, sekitar pukul 14.30 WITA, saat melintasi pusaran arus di perairan Pulau Tatawa, kapal mendadak miring, terbalik, hingga akhirnya tenggelam.
Nahkoda KM Feronia, Isran, mengungkapkan detik-detik saat kapal yang dikemudikannya miring dan terbalik akibat dihantam arus deras dari sisi kiri. Saat kejadian, sejumlah tamu sedang berada di dek atas (upper deck), sementara satu orang lainnya berada di toilet.
Dalam situasi panik tersebut, Isran fokus menyelamatkan para penumpang dengan segera membuka rakit penolong (liferaft).
“Saya fokus kepada tamu. Saya buka liferaft, tamu naik, sudah itu saja,” ujar Isran.
Keberadaan Jessica yang hilang baru disadari setelah tim SAR dan pihak kapal melakukan penghitungan ulang terhadap seluruh korban yang berhasil dievakuasi.
Arus Kuat Diduga Jadi Penyebab
Secara terpisah, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyebutkan bahwa arus laut yang kuat saat kondisi air pasang diduga menjadi faktor utama penyebab tenggelamnya kapal.
Meskipun KM Feronia diketahui memiliki dokumen lengkap dan dinyatakan layak laut, Stephanus menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Operasi pencarian terhadap Jessica dijadwalkan berlanjut pada Rabu (14/10) dengan melibatkan armada dan tim SAR gabungan. (Z-1)
