
TIM SAR gabungan menemukan Kamar, 62, nelayan yang dilaporkan hilang saat menjaring ikan di perairan Pantai Mukalimus, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/10) pagi. Korban ditemukan setelah dua hari pencarian di sekitar perairan Pulau Kundur.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 09.10 WIB di perairan sebelah barat laut dari lokasi yang diduga menjadi tempatnya terjatuh.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 0° 42.373′ N dan 103° 21.124′ E, dengan jarak sekitar 1,40 mil laut dari lokasi kejadian,” katanya, Rabu (14/10).
Setelah ditemukan, tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke rumah duka di Desa Mukalimus. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan sejumlah unsur penyelamatan.
Sebelum dilaporkan hilang, Kamar diketahui berangkat menjaring ikan seorang diri menggunakan sampan pada Senin (12/10) sekitar pukul 12.30 WIB. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban masih sempat berkomunikasi dengan anaknya melalui telepon.
Namun, keberadaan korban mulai dipertanyakan setelah seorang rekan sesama nelayan melihat sampan milik Kamar pada Senin malam sekitar pukul 20.50 WIB. Saat itu, korban tidak terlihat berada di atas sampannya.
Rekan korban kemudian berusaha melakukan pencarian secara mandiri di sekitar perairan Pantai Mukalimus. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga kejadian itu dilaporkan kepada petugas terkait.
Informasi mengenai nelayan yang hilang tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang dari Dedi, anggota Airud Selat Belia, pada Selasa (13/10/2026) pukul 06.55 WIB. Setelah menerima laporan, petugas mengerahkan personel dari Pos SAR Tanjung Balai Karimun untuk melakukan pencarian.
Tim SAR gabungan menyisir perairan dan pesisir di sekitar lokasi korban diduga terjatuh. Pencarian juga melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat. Meski penyisiran telah dilakukan pada hari pertama, keberadaan Kamar belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian kemudian dilanjutkan pada Rabu pagi. Tim bergerak menuju lokasi sekitar pukul 07.30 WIB dan tiba di area pencarian pada pukul 08.40 WIB. Penyisiran dilakukan dengan cakupan area sekitar 12 mil laut, termasuk sepanjang pesisir Pulau Kundur dan sejumlah pulau kecil di perairan sekitarnya.
Selain melakukan penyisiran langsung, petugas menyebarkan informasi melalui radio very high frequency (VHF) kepada kapal penumpang, kapal barang, dan kapal nelayan yang melintas di perairan sebelah barat Pulau Karimun Besar hingga barat Pulau Kundur. Informasi tersebut diharapkan membantu memperluas jangkauan pencarian apabila ada kapal yang melihat keberadaan korban.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan sekitar pukul 09.10 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,40 mil laut dari titik yang diduga menjadi lokasi awal kejadian.
Dengan ditemukannya Kamar, operasi SAR dinyatakan selesai. Korban diduga terjatuh ke laut ketika menjaring ikan seorang diri, tetapi penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui. (H-3)
