Mengenal Hujan Meteor Taurid: Rahasia 'Bola Api' di Langit Malam
Grafik NASA ini menunjukkan titik pancaran dari dua hujan meteor Taurid.(NASA)

HUJAN meteor Taurid, yang terdiri dari Taurid Selatan dan Taurid Utara, selalu menjadi salah satu fenomena astronomi yang paling ditunggu para pengamat langit setiap musim gugur. Fenomena ini terkenal karena menghasilkan meteor yang bergerak lambat, bertahan lama, serta kerap memancarkan kilatan cahaya yang sangat terang.

Puncak aktivitas kedua gugusan ini umumnya terjadi antara akhir Oktober hingga awal November saat lintasan keduanya saling beririsan. Karena marak terlihat di sekitar akhir Oktober, fenomena ini kerap dijuluki sebagai “bola api Halloween”.

“Taurid kaya akan bola api, jadi jika Anda melihat Taurid, cahayanya bisa sangat cemerlang dan membuat Anda terperangah, tetapi jumlahnya memang sangat sedikit,” ujar pakar meteor NASA, Bill Cooke, kepada Space.com. “Hal itu terjadi karena saat meteor Taurid muncul, ukurannya biasanya besar dan cahayanya sangat terang.”

Karakteristik dan Asal-usul Taurid

Meskipun intensitas kemunculannya terbilang rendah, biasanya hanya menghasilkan beberapa meteor yang terlihat per jam, ukuran meteor Taurid cenderung lebih besar dibandingkan meteor dari hujan meteor lainnya. Ukuran yang lebih besar ini memungkinkan pecahan tersebut bertahan lebih lama saat menembus atmosfer Bumi.

Menurut data NASA, jika meteor Orionid umumnya terbakar habis pada ketinggian sekitar 93 kilometer, meteor Taurid sanggup bertahan hingga mencapai ketinggian 66 kilometer dari permukaan Bumi. Kecepatan melintasnya pun terbilang relatif lambat, yakni sekitar 27 kilometer per detik (104.000 kilometer per jam), jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan hujan meteor Perseid yang melaju hingga 59 kilometer per detik.

Hujan meteor Taurid dipicu oleh sisa-sisa puing es dan debu dari Komet 2P/Encke saat melintasi sistem tata surya kita. Komet yang memiliki diameter inti sekitar 4,8 kilometer ini ditemukan pertama kali oleh astronom Prancis Pierre F. A. Mechain pada 1786, namun namanya diambil dari astronom Jerman Johann Franz Encke yang berhasil menghitung orbitnya. Komet Encke tercatat memiliki periode orbit terpendek di antara komet lain di tata surya, yaitu hanya 3,3 tahun untuk mengelilingi Matahari.

Gugusan puing yang ditinggalkan Komet Encke sangat luas dan terpisah, sehingga Bumi membutuhkan waktu cukup lama untuk melintasinya secara penuh. Hal inilah yang menyebabkan fenomena ini terbagi menjadi dua cabang terpisah, yaitu Taurid Selatan dan Taurid Utara. Menurut Royal Museums Greenwich, Komet Encke dan hujan meteor Taurid diperkirakan merupakan sisa-sisa dari komet berukuran jauh lebih besar yang hancur berkeping-keping sekitar 20.000 hingga 30.000 tahun lalu.

Waktu dan Pandangan Terbaik Pengamatan

Secara umum, Taurid Selatan aktif dari akhir September hingga pertengahan November dengan puncak aktivitas di awal November. Sementara itu, Taurid Utara mulai aktif sejak pertengahan Oktober hingga awal Desember dan mencapai puncaknya di pertengahan November.

Fenomena ini dapat disaksikan dari hampir seluruh belahan Bumi, kecuali wilayah Kutub Selatan. Nama Taurid sendiri diambil dari konstelasi Taurus, titik radiat atau arah di mana meteor tersebut seolah-olah berasal.

Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Taurid adalah sekitar tengah malam, saat rasi bintang Taurus berada tinggi di langit. Untuk menemukan rasi bintang Taurus, pengamat dapat mencari konstelasi Orion terlebih dahulu, lalu mengarahkan pandangan ke arah timur laut untuk menemukan bintang merah Aldebaran.

Para pengamat dianjurkan untuk tidak hanya berfokus pada titik rasi bintang Taurus saja, melainkan menyapu pandangan ke seluruh penjuru langit malam. Meteor yang melintas lebih dekat ke titik radiat justru memiliki ekor yang lebih pendek dan lebih sulit diamati. Pengamatan paling maksimal dapat diperoleh di lokasi yang gelap dan jauh dari polusi cahaya tanpa membutuhkan alat bantu seperti teleskop atau binokular. (Space/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *