
MENTERI Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bali saat ini mulai terurai dan berangsur membaik, kendati distribusinya belum pulih 100%.
Guna mempercepat proses penanganan krisis tersebut, pemerintah menginstruksikan PT Pertamina (Persero) untuk mengoperasikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Dewata selama 24 jam penuh.
“Sekarang mulai terurai,” ujar Bahlil ketika ditemui setelah peresmian Kilang LPG Cilamaya, di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10).
Bahlil menegaskan pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. Ia menambahkan bahwa Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, telah diterjunkan langsung ke lapangan untuk memimpin pengawalan pemulihan pasokan energi di Bali.
“Memang secara sepenuhnya belum ter-cover secara totalitas, tetapi perlahan-lahan sudah dilakukan (pemulihan),” ujar Bahlil.
Langkah Darurat: Layanan 24 Jam Hingga Pelibatan Aparat
Selain memerintahkan operasional SPBU nonstop, Bahlil mengungkapkan adanya perbaikan mendasar pada alur logistik dan pembenahan kendala operasional di level pengecer.
“Kemudian, beberapa SPBU yang kurang karyawan, kami meminta tolong ke aparat yang ada di sana untuk membantu, agar bisa membantu,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, kelangkaan BBM dan antrean mengular kendaraan di berbagai kawasan Bali sempat menimbulkan kegelisahan warga terkait kepastian stok bahan bakar.
Menjawab situasi tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa pemicu utama krisis ini adalah gangguan logistik kapal pengangkut BBM.
Menurut Simon seusai rapat bersama Gubernur Bali di Depo BBM Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10), armada kapal mengalami hambatan teknis saat proses penjangkaran sehingga jadwal tiba mengalami pergeseran dari estimasi awal.
Atas ketidaknyamanan publik yang ditimbulkan selama beberapa hari terakhir, Simon secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali.
Normalisasi Pasokan dan Imbauan Distribusi Subsidi
Sebagai bentuk respons cepat, PT Pertamina Patra Niaga mengaktifkan skema tanggap darurat berupa pengoperasian terminal BBM dan mobil tangki secara nonstop 24 jam. Langkah pemulihan ini turut mendapat pengawalan ketat dari jajaran Kodam IX/Udayana guna memastikan kelancaran serta keamanan arus distribusi energi di Bali.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengingatkan publik agar senantiasa menjaga kondusivitas selama tahap penyetabilan pasokan berlangsung.
Kitty mengimbau masyarakat tidak menyalahgunakan BBM subsidi di tengah proses normalisasi distribusi di Provinsi Bali. (Ant/E-4)
