Krisis Air dan BBM Hambat Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan
(MI/Denny)

UPAYA penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kini menghadapi tantangan berat. Keterbatasan sumber air akibat kemarau panjang serta krisis bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan menjadi hambatan utama bagi tim di lapangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengonfirmasi bahwa dua faktor tersebut sangat memengaruhi efektivitas pemadaman. “Salah satu kendala yang dihadapi dalam pemadaman karhutla di lapangan adalah sumber air yang terbatas akibat kemarau, juga masalah BBM,” ujar Ronny pada Rabu (14/10).

Saat ini, Satgas Karhutla Kalsel tengah memprioritaskan pemadaman di areal lahan gambut sekitar Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Lahan seluas 1.600 hektare yang terbakar di kawasan tersebut menjadi pemicu utama kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, hingga Kabupaten Banjar.

Selain di Kabupaten Banjar, kebakaran lahan gambut juga melanda wilayah Kecamatan Handil Bakti, Barito Kuala. Lokasi ini menjadi perhatian serius karena berdekatan dengan kawasan permukiman penduduk dan sejumlah fasilitas pendidikan tinggi. Di saat yang sama, kebakaran juga dilaporkan kembali melanda kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan Tahura Sultan Adam.

Sebagai langkah antisipasi keterbatasan air, pemerintah mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Ronny menyebutkan bahwa hujan adalah solusi paling efektif untuk memadamkan api di lahan gambut yang sulit dijangkau pemadaman darat maupun udara.

Kendala Logistik BBM

Selain faktor alam, kendala teknis berupa sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar turut membebani relawan serta Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Stok yang sering kosong di SPBU serta antrean panjang menghambat mobilitas armada pemadam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pengawasan Satgas BBM Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina. “Kami meminta SPBU untuk memprioritaskan atau menyediakan alokasi khusus bagi BPK guna mendukung penanganan karhutla ini,” tegas Ahmad.

Tingginya intensitas kebakaran, baik di lahan maupun permukiman sepanjang musim kemarau ini, menuntut ketersediaan energi yang stabil bagi para relawan dan Satgas agar penanganan tidak terhenti di tengah jalan. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *