
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Pemetaan menggunakan drone thermal dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang menjadi prioritas penanganan.
Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan dari hasil pemetaan terdapat empat battleground atau medan utama yang harus dihadapi dalam upaya memadamkan api di Tanjung Puting. Keempatnya mencakup Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, serta area Sungai Bawung dan Tanjung Rengas.
“Dari banyak titik api yang tersebar di Tanjung Puting, pakai drone thermal kita bisa identifikasi ada empat battleground atau ada empat titik di mana kita harus bertarung melawan api,” kata Menhut Raja Antoni di Pangkalan Bun, dalam keterangannya, Rabu (14/10).
Menhut Raja Antoni diketahui menggelar rapat bersama Pangdam XXII/TB Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Joko Handono, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin, BMKG, BNPB hingga BPBD.
Menhut Raja Antoni mengatakan kawasan Pesalat menjadi salah satu prioritas karena lokasinya sangat dekat dengan feeding area atau feeding zone. Untuk mencegah api meluas, pemerintah menyiapkan penambahan sumur bor. Berdasarkan pemetaan, dibutuhkan sekitar 30 sumur bor untuk membantu upaya pemadaman.
Selain itu, sekitar 160 personel pasukan darat akan dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan alat berat untuk membuat sekat bakar dengan mempertimbangkan kondisi dan kedalaman gambut. “Tapi intinya, kita mencegah agar api tidak masuk ke zona inti,” ujarnya.
Untuk lokasi lain, pasukan darat juga akan diperkuat di Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Bawung dan Tanjung Rengas. Sebagian personel akan dipersiapkan untuk tinggal di lapangan selama sekitar satu pekan agar operasi dapat berjalan tanpa harus bolak-balik dari lokasi pemadaman.
Menhut menegaskan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat terus bekerja untuk menangani karhutla di Tanjung Puting. “Insyaallah pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB tidak patah semangat, tidak cuci tangan, tidak lepas tangan. Segala upaya yang memang memungkinkan untuk kita lakukan, kita lakukan,” pungkasnya. (Ant/P-3)
