BMKG Prediksi Musim Hujan di Yogyakarta Mundur Satu Bulan
Ilustrasi musim hujan Yogyakarta 2026(Antara Foto)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mundur satu bulan. Musim hujan yang semula diprediksi akan mulai pada awal November, diperkirakan akan terjadi pada November hingga awal Desember 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta, Mamenun menyampaikan mundurnya musim hujan dipengaruhi fenomena El Nino kategori kuat dan dinamika atmosfer. Selain itu, sambung dia, Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) turut memengaruhi aktivitas hujan yang sebelumnya diprediksi melemah.

“Sementara, untuk muncak musim penghujan diprediksi terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2027,” kata Mamenun di Yogyakarta, Rabu (14/10).

Fenomena tersebut memengaruh pada curah hujan di Yogyakarta. BMKG memperkirakan curah hujan pada Oktober masih sangat rendah, yakni berkisar 0–50 milimeter per bulan.

Kondisi serupa diperkirakan masih terjadi pada November 2026, dengan curah hujan berkisar 51–300 milimeter per bulan. 

Lalu memasuki Desember, curah hujan diprediksi meningkat menjadi 151–500 milimeter per bulan. Mamenun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah menghemat penggunaan air serta mengantisipasi dan mencegah kebakaran. Masyarakat juga diminta mewaspadai penurunan kualitas udara akibat mundurnya awal musim hujan.

“Perlu juga membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, serta memperkuat struktur bangunan dan baliho, sebelum musim hujan tiba,” ungkap dia. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *