
MEWASPADAI musim hujan yang mulai tiba, Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) Sigli, Aceh, menyediakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 13.000 ton. Stok beras segar itu untuk menghadapi bila sewaktu-waktu terjadi kemungkinan buruk seperti banjir melanda kawasan Kabupate Pidie, Pidie Jaya dan sekitarnya.
Beras segar itu tersedia dalam kondisi diyakini tergolong cukup aman di gudang milik Bulog Sigli. Sebagian lainnya berada di gudang Bulog kawasan Desa Dayah Timu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, dan sebagian lagi di gudang kawasan Desa Dayah Teungoh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.
“Insya Allah kondisinya tergolong aman dan aksesnya juga sangat mudah,” demikian antara lain dikatakan Pimpinan Cabang Perum Bulog Sigli, Aceh, Ahmad Fadly kepada Media Indonesia, Selasa (13/10) di kantornya kawasan Kota Sigli, Kabupaten Pidie.
Dikatakan Ahmad Fadly, dalam rangka membantu mewaspadai kemungkinan buruk menghadapi musim hujan yang mulai tiba, Perum Bulog Sigli juga melakukan Movement Regional (distribusi stok ke daerah lain) untuk menutupi kebutuhan.
Pemindahan atau distribusi stok beras itu dilakukan untuk menutupi kebutuhan Perum Bulog Takengon yang membawahi teritorial Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Lalu ke Perum Bulog Cabang Langsa yang melayah teritorialnya mencakup Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
Dijelaskan Ahmad Fadly, pada Selasa (13/10) pihaknya mulai melakukan distribusi ke Bulog Cabang Takengon sebesar 1.000 ton. Lalu untuk Bulog Langsa juga 1.000 ton.
Karena jumlah yang banyak dan harus menepuh jarak jauh dengan kondisi jalan masih sulit seperti ke Takengon, distribusi tersebut membutuhkan waktu beberapa hari ke depan. Apalagi harus menggunakan truk ukuran sedang dengan muatan terbatas.
“Ini kami lakukan sesuai perintah Perum Bulog Wilayah Aceh. Sebelumnya pada 6 Oktober pekan lalu juga sudah pernah mekakukan distribusi ke Takengon sebanyak 700 ton,” tutur Ahmad Fadly.
Menurut pria tiga anak itu, menyegerakan distribusi stok ke cabang Bulog lain itu supaya di setiap gudang di Aceh memiliki stok beras. Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, setiap gudang Bulog di kabupaten/kota itu memiliki stok terdekat yang mudah distribusi kepada masyarakat.
“Ini pengalaman kami waktu banjir besar akhir November 2025 lalu. Memerlukan gerak cepat dan memiliki barang di gudang terdekat,” tambah Fadly.
Mulai Dilanda Banjir
Adapun di wilayah Provinsi Aceh sekarang sedang terjadi musim hujan. Bahkan di beberapa kabupaten seperti Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara mulai dilanda banjir.
Pada Senin (12/10) misalnya, akibat diguyur hujan sejak Sabtu (10/10) akhir pekan lalu, sebanyak 12 kecamatan di kawasan Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terendam banjir. Meskipun tidak semua desa di seluruh 12 kecamatan yang ada di kabupaten paling timur Provinsi Aceh itu terendam, tapi sebagian besar di antaranya terkena dampak.
Sesuai catatan yang diperoleh Media Indonesia, 12 desa yang terendam itu masing-masing adalah Kecamatan Karang Baru, Kecamatan Rantau, Kejuruan Muda, Kecamatan Mayak Payed dan Kecamatan Bendahara. Lalu meliputi Kecamatan Tenggulun, Kota Kuala Simpang, Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, Seruway, Bandar Mulia, dan Kecamatan Sekerak. (MR/E-4)
