
Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Syahganda Nainggolan, memberikan respons terkait tuntutan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, yang meminta Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan Wakil Presiden.
Syahganda menilai bahwa pandangan serta pemikiran Rocky Gerung memiliki karakteristik yang unik dan filosofis. Menurutnya, diperlukan pemahaman mendalam untuk menelaah arah pemikiran sosok yang kini berada di lingkar kekuasaan tersebut.
“Iya, nanti saya tanya Pak Rocky. Pak Rocky ini orangnya memang kan unik ya. Apakah ada komunikasi dengan Pak Rocky? Iya, Pak Rocky itu susah kita pahamin, dia filosof sih susah, filosof agung gitu loh. Jadi kadang-kadang pikiran dia itu bisa melampaui batas imajinasi kita sendiri, kadang-kadang melampaui batas imajinasi dia sendiri,” ujar Syahganda di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Meski memiliki pandangan yang berbeda, Syahganda mengisyaratkan akan menjalin komunikasi lebih lanjut dengan Rocky Gerung. Langkah ini diambil guna mendiskusikan berbagai masukan serta pandangan kritis terkait dinamika politik terkini, mengingat posisi Rocky yang saat ini merupakan bagian dari pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Nanti saya tanya (Rocky Gerung) ya,” tambahnya singkat.
Alasan Rocky Gerung Minta Gibran Mundur
Sebelumnya, Rocky Gerung secara terbuka menyarankan agar Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari posisinya sebagai Wakil Presiden. Rocky berpendapat bahwa langkah tersebut merupakan cara yang elegan untuk meredam akumulasi kemarahan publik.
Kritik tersebut mencuat menyusul polemik ijazah Gibran pasca-putusan Mahkamah Konstitusi. Rocky menilai, pengunduran diri Gibran diperlukan agar Presiden Prabowo Subianto tidak ikut terseret dalam persoalan yang dianggapnya dapat mengganggu stabilitas pemerintahan.
“Alangkah elegannya kalau Gibran mengundurkan diri. Untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah Presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal,” tegas Rocky dalam sebuah potongan video di kanal YouTube Akbar Faizal.
Catatan: Hingga saat ini, pihak Istana maupun Gibran Rakabuming Raka belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan pengunduran diri yang dilontarkan oleh anggota Wantimpres tersebut.
