Trump Pertimbangkan AS Gabung Serangan Saudi Lawan Houthi
Presiden AS Donald Trump.(Dok. MI)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam serangan militer Arab Saudi terhadap kelompok Houthi di Yaman. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10).

Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai potensi keterlibatan militer AS, Trump tidak menutup kemungkinan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya sedang memantau situasi dengan saksama dan akan mengambil keputusan dalam waktu dekat.

“Mungkin. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan baru-baru ini. Kami akan membuat keputusan. Kami bergerak sangat cepat,” ujar Trump pada Sabtu (10/10).

Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid menyebabkan operasional bandara sempat dihentikan sementara. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) melaporkan bahwa insiden yang terjadi pada Sabtu sore tersebut mengakibatkan sejumlah orang terluka. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan korban dan penilaian kerusakan fasilitas.

Menanggapi situasi keamanan yang memburuk, Kedutaan Besar AS dan Inggris di Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan perjalanan. Warga negara kedua negara tersebut diimbau untuk menghindari area bandara guna meminimalisasi risiko keamanan serta mengantisipasi gangguan jadwal penerbangan.

Sebelum insiden Sabtu, otoritas setempat melaporkan serangan pada Kamis yang menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya. Serangan tersebut menyasar fasilitas bandara serta satu unit pesawat milik Saudi Arabian Airlines. Kelompok Houthi sendiri telah mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah bandara di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.

Konflik di Yaman telah berlangsung sejak September 2014, yang kemudian memicu intervensi koalisi militer pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015. Meski Trump telah memberikan sinyal keterlibatan, hingga saat ini Washington belum mengumumkan keputusan resmi terkait partisipasi langsung dalam operasi militer melawan Houthi. (Z-10)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *