
WILAYAH rawan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, secara intensif ditanami pepohonan keras. Upaya itu dilakukan pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi potensi kerawanan bencana, terutama saat memasuki musim hujan.
Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Lia Amalia, menuturkan, tahun ini penanaman pohon mayoritas berada di wilayah-wilayah rawan bencana. Termasuk di dalamnya titik daerah resapan air di daerah hulu.
“Penanaman pohon ini merupakan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi. Pada tahun ini penanaman pohon difokuskan di daerah rawan bencana,” ungkapnya, Minggu (11/10).
DLH Kabupaten Cianjur menargetkan menanam sebanyak-banyaknya bibit pohon. Hingga saat ini sudah ditanam sekitar 3 ribu bibit pohon yang tersebar di berbagai wilayah.
Penanaman bibit pohon dilakukan sejak awal 2026. Selain upaya mitigasi bencana hidrometeorlogi, penanaman pohon juga merupakan bagian dari Gerakan Cianjur Hijau.
“Bibit yang kita tanam mayoritas jenis mahoni karena akarnya kuat untuk menahan tanah dan menyimpan air,” terang Lia.
Lokasi penanaman bibit pohon berada di 13 titik. Di antaranya berada di kawasan Puncak di Kecamatan Cipanas, Kecamatan Mande, Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku, dan Kecamatan Cikalongkulon.
DLH juga berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menanam 260 pohon di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan (Jebrod). Jenisnya diarahkan ke tanaman ekonomis, seperti nangka, durian, alpukat, jambu, dan lainnya
Mereka juga berkolaborasi dengan unsur akademis, seperti mahasiswa yang sedang kuliah kerja nyata (KKN), Perumdam Tirta Mukti, maupun TNI dan Polri.
“Kami menargetkan hingga akhir tahun ini jumlah bibit yang ditanam bisa mencapai lebih dari 3 ribu bibit pohon untuk memperkuat tutupan lahan di daerah hulu,” pungkasnya.
