Memilih Susu Anak, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?
Tips memilih susu anak.(Dok. Magnific)

MEMILIH susu pertumbuhan untuk anak tidak cukup hanya dengan melihat kandungan vitamin dan mineral yang tercantum pada kemasan. Orang tua juga dapat memperhatikan sumber bahan baku, komposisi, serta proses produksi untuk memahami karakteristik produk yang akan dikonsumsi anak.

Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memilih susu pertumbuhan untuk anak, terutama untuk memastikan produk sesuai dengan usia dan kebutuhan nutrisi anak. Meski demikian, klaim pada kemasan tetap perlu dipahami berdasarkan informasi yang tersedia, bukan semata-mata dijadikan tolok ukur kualitas produk.

Berdasarkan riset focus group discussion (FGD) yang dilakukan AceKid terhadap 1.300 ibu, sebanyak 87% responden menyebut sumber susu sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih produk untuk anak.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa asal bahan baku menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan orang tua. Namun, informasi mengenai sumber susu perlu dilihat bersama aspek lain, termasuk daftar komposisi dan proses pengolahan.

Menelusuri Sumber Bahan Baku Susu

Asal bahan baku menjadi salah satu informasi yang dapat diperiksa ketika memilih susu pertumbuhan. Pemahaman mengenai sumber susu dan penanganannya dapat memberikan gambaran tentang perjalanan bahan baku sebelum diolah menjadi produk akhir.

Dilansir dari laman resmi AceKid, produknya menggunakan susu segar natural whole milk yang berasal dari sumber yang dapat ditelusuri. Perusahaan tersebut memiliki 15 peternakan mandiri dengan sekitar 150.000 ekor sapi di kawasan Golden Milk Source 47 derajat Lintang Utara.

Menurut perusahaan, sapi di peternakan tersebut memperoleh pakan melalui sistem Total Mixed Ration (TMR), yakni kombinasi hijauan, konsentrat, mineral, dan vitamin yang disesuaikan dengan kebutuhan sapi.

Setelah pemerahan, susu didinginkan pada suhu 0-4 derajat Celsius dan dikirim ke fasilitas produksi dalam waktu maksimal dua jam. Penanganan tersebut merupakan bagian dari proses yang diterapkan perusahaan untuk menjaga kondisi susu sebelum diolah lebih lanjut.

Selain sumber bahan baku, proses pengolahan juga menjadi informasi yang dapat diperhatikan orang tua. Tahapan produksi dapat berbeda antarp roduk sehingga penting untuk memahami metode yang digunakan, bukan hanya istilah yang dicantumkan dalam materi pemasaran.

AceKid menggunakan metode yang disebut One Step Fresh Process. Menurut perusahaan, proses ini dimulai dengan pengiriman susu segar dalam bentuk cair langsung ke fasilitas produksi.

Setelah tiba di pabrik, susu menjalani pasteurisasi untuk mendukung keamanan produk. Tahap berikutnya adalah fortifikasi, yaitu penambahan vitamin, mineral, DHA, AA, dan nutrisi lain sesuai formulasi produk.

Pencampuran nutrisi dilakukan dengan metode wet blending, yakni ketika susu masih berbentuk cair. Setelah seluruh komponen tercampur, susu diproses melalui metode spray drying untuk menghasilkan susu bubuk.

Metode tersebut berbeda dari dry blending, yang mencampurkan bahan ketika susu dan komponen nutrisi sudah berbentuk bubuk. Meski demikian, metode pengolahan saja tidak cukup untuk menentukan apakah suatu produk lebih sesuai bagi seorang anak. Komposisi, keamanan, dan kesesuaian dengan kebutuhan anak tetap perlu menjadi pertimbangan.

Membaca Komposisi dan Klaim pada Kemasan

Daftar komposisi dapat membantu orang tua mengetahui bahan yang digunakan dalam produk susu pertumbuhan. Informasi ini perlu dibaca secara menyeluruh, termasuk kandungan nutrisi dan bahan tambahan yang tercantum.

AceKid menyatakan formulasi produknya tidak menggunakan tambahan sukrosa, sirup jagung, maltodekstrin, maupun perisa sintetik. Perusahaan juga menyebut produknya memiliki karakteristik Flash Dissolution, yaitu bubuk yang mudah larut saat diseduh.

Kemudahan larut dapat menjadi pertimbangan praktis dalam menyiapkan susu. Namun, karakteristik tersebut berbeda dari penilaian terhadap kecukupan nutrisi atau manfaat kesehatan. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menyimpulkan bahwa produk yang lebih mudah larut otomatis lebih baik untuk pertumbuhan anak.

Hal serupa berlaku pada klaim mengenai bahan baku dan proses produksi. Informasi dari produsen dapat menjadi titik awal untuk mengenali produk, tetapi orang tua tetap perlu membaca label dan memperhatikan informasi yang relevan dengan kebutuhan anak.

Pengendalian Kualitas dan Kebutuhan Anak

Informasi mengenai pengendalian kualitas juga dapat menjadi bagian dari pertimbangan. AceKid menyebut fasilitas produksinya menerapkan 25 tahapan proses dan 411 pemeriksaan kualitas, serta menggunakan standar manufaktur seperti Good Manufacturing Practice (GMP) dan Total Management Practice (TMP).

Angka dan standar tersebut merupakan informasi yang disampaikan perusahaan mengenai proses produksinya. Untuk memahami maknanya, orang tua dapat memperhatikan penjelasan tentang sistem pengawasan, standar yang diterapkan, serta informasi pendukung yang tersedia.

Pada akhirnya, pemilihan susu pertumbuhan perlu mempertimbangkan kebutuhan masing-masing anak. Susu pertumbuhan untuk anak usia 1–3 tahun berperan sebagai pelengkap pola makan yang beragam, bukan pengganti makanan utama.

Orang tua juga perlu menyesuaikan pilihan dengan usia, pola makan, dan kondisi anak. Jika anak memiliki alergi, mengalami gangguan pencernaan berulang, atau pertumbuhannya tidak sesuai kurva pertumbuhan, konsultasi dengan dokter spesialis anak dapat membantu menentukan pilihan yang sesuai.

Dengan membaca komposisi, memahami sumber bahan baku, serta mencermati informasi proses produksi, orang tua dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi tanpa hanya bergantung pada klaim di bagian depan kemasan. (AceKid/Nutrition/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *