
PEMERINTAH Kabupaten Jayapura resmi menjalin kolaborasi strategis dengan sektor swasta untuk mengoptimalkan lahan tidak produktif di wilayahnya. Langkah ini diproyeksikan menjadikan Kabupaten Jayapura sebagai lokasi percontohan (pilot project) pengembangan kawasan pangan dan energi terpadu di wilayah Papua.
Sinergi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Jayapura dan PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) di Jakarta, Jumat (9/10). Kerja sama ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atas prakarsa badan usaha atau unsolicited.
Optimalisasi Lahan Melalui Pendekatan Terpadu
Program bertajuk Kedaulatan Pangan dan Energi Nasional ini bertujuan mengubah lahan yang selama ini belum produktif menjadi sumber ekonomi baru. Pengelolaannya akan menggunakan pendekatan sumber daya alam secara terpadu yang menggabungkan beberapa sektor sekaligus.
Berikut adalah rincian pendekatan teknis yang direncanakan dalam proyek tersebut:
| Metode Pengelolaan | Deskripsi Operasional |
|---|---|
| Agroforestri | Penggabungan kegiatan pertanian dengan sektor kehutanan. |
| Silvopastura | Integrasi antara penanaman pepohonan dengan kegiatan peternakan. |
| Silvofishery | Perpaduan pengelolaan kawasan vegetasi dengan kegiatan perikanan. |
Komitmen Sektor Swasta dan Pemerintah Daerah
Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Direktur Utama PT Palma Pertiwi Makmur, Mardianto, menegaskan bahwa keterlibatan swasta merupakan bentuk kontribusi nyata bagi kemandirian bangsa. Menurutnya, percepatan pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan dan energi, memerlukan kolaborasi lintas pihak.
“Kerja sama ini adalah kewajiban kita sebagai bagian dari bangsa. Kita harus bisa berperan aktif dan berkontribusi bersama-sama dalam membawa tujuan bangsa ini ke depan,” ujar Mardianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10).
Ia juga menambahkan bahwa rencana pengembangan ini tidak hanya terbatas di Jayapura, melainkan ditargetkan menjangkau 38 provinsi di Indonesia.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menyambut positif inisiatif ini. Ia berharap MoU tersebut segera ditindaklanjuti dengan aksi konkret di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, hingga kesehatan.
Langkah Lanjutan dan Kajian Teknis
Perwakilan PPM Regional Papua Raya, Imam Syafei, menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Jayapura sebagai pilot project didasari oleh potensi besar lahan yang selama ini dianggap tandus.
“Ketahanan pangan sangat dibutuhkan masyarakat di sana. Tanah-tanah yang sebelumnya tidak bisa diolah, kini akan kita kelola bersama,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, tim teknis dari PT Palma Pertiwi Makmur dijadwalkan segera turun ke lapangan bersama perangkat daerah terkait. Mereka akan melakukan kajian mendalam mengenai potensi lahan dan kebutuhan spesifik pengembangan proyek guna menentukan ruang lingkup kerja sama yang lebih detail.
- Skema Kerja Sama: KPBU (Unsolicited)
- Jumlah Paket Proyek: 6 Paket Terpadu
- Lokasi Percontohan: Kabupaten Jayapura, Papua
- Waktu Pembahasan: 8–9 Oktober 2026
(Z-1)
