
KEHADIRAN grup rock-alternatif baru, Portura, menjadi salah satu momen yang paling dinanti oleh penikmat musik tanah air dalam setahun terakhir. Bukan tanpa alasan, grup ini dihuni oleh deretan musisi yang telah memiliki nama besar di industri musik melalui proyek mereka masing-masing. Kehadiran mereka memicu ekspektasi tinggi akan lahirnya karya-karya orisinil yang segar.
Perjalanan Portura bermula dari sebuah proyek jangka pendek untuk penampilan langsung (live performance). Namun, kuatnya koneksi antara para personel, Iga Massardi, Fathia Izzati, John Paul Patton, Enrico Octaviano, dan Bilal Indrajaya, membuka jalan bagi mereka untuk bertransformasi menjadi sebuah grup musik yang utuh.
Setelah inisiasi awal oleh Lintas Resonan pada penghujung tahun lalu, kolaborasi tersebut kini berlanjut ke tahap yang lebih serius. Portura resmi meluncurkan mini album debut mereka bertajuk “Frames”, dengan Lintas Resonan bertindak sebagai produser eksekutif.
Eksplorasi Tanpa Batas dan Kejujuran Lirik
Mini album Frames menjadi ruang bagi kelima personel untuk mengeksplorasi kreativitas di luar batasan proyek musik mereka sebelumnya. Dari sisi penulisan lirik, Portura memilih untuk tampil jujur dengan mengangkat apa yang mereka rasakan secara personal. Isu-isu sosial, keresahan di lingkungan sekitar, hingga cara bertahan dalam situasi sulit menjadi fondasi utama narasi dalam album ini.
Enrico Octaviano menjelaskan bahwa proses kreatif album ini tidak terpaku pada satu konsep kaku.
“Kita coba menulis apa yang mau kita tulis dan rasakan. Kalau ditanya apa benang merahnya, justru benang merahnya ada di sisi eksplorasi kita dan berusaha jujur sama apa yang mau disampaikan,” ungkapnya.
Berikut adalah detail mengenai unit musik Portura dan karya terbaru mereka:
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Personel | Iga Massardi, Fathia Izzati, John Paul Patton, Enrico Octaviano, Bilal Indrajaya |
| Judul Album | Frames (Mini Album) |
| Produser Eksekutif | Lintas Resonan |
| Tanggal Rilis | 9 Oktober 2026 |
| Daftar Lagu | 1. Ye Ye Ye, 2. Deru, 3. L’existence, 4. Falling Off/Tangguh, 5. Koma |
Proses Kreatif yang Organik
Lima nomor dalam Frames lahir melalui proses yang beragam. Beberapa lagu berawal dari demo atau cerita yang dibawa oleh salah satu personel, sementara sisanya digarap bersama dari nol di studio. Metode ini menghasilkan nuansa rock/alternatif yang segar dan dinamis.
Melalui debut ini, Portura tidak bermaksud untuk sekadar memenuhi ekspektasi publik atau menjanjikan sesuatu yang muluk. Mereka hanya ingin berbagi perspektif yang mereka yakini melalui medium baru yang berbeda dari apa yang biasa mereka kerjakan sebelumnya.
Mini album Frames sudah dapat dinikmati di berbagai layanan musik digital mulai 9 Oktober 2026. Selain audio, Portura juga merilis keseluruhan lirik video yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi mereka. (Z-1)
