
PEMERINTAH Indonesia dan Mesir resmi menyepakati sejumlah nota kesepahaman (MoU) strategis dalam pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Kerja sama ini mencakup penguatan hubungan diplomatik, statistik, hingga sektor kelautan dan perikanan.
Dalam pernyataan bersama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertemuan intensif tersebut menjadi tonggak penting bagi kedua negara untuk meningkatkan hubungan ke level kemitraan strategis. “Saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan tersebut,” ujar Presiden Prabowo.
Salah satu poin utama yang disepakati adalah Rencana Aksi Kemitraan Strategis yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty. Selain itu, kedua negara menyepakati kebijakan pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik, dinas, dan khusus, serta kerja sama di bidang statistik.
Di sektor ekonomi biru, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bersama Menlu Mesir Badr Abdelatty turut menandatangani MoU mengenai Kelautan dan Perikanan. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas potensi ekonomi kedua negara di sektor maritim.
Selain penandatanganan MoU, Presiden Prabowo juga menyinggung rencana peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, politik, dan pendidikan. Kunjungan Presiden el-Sisi ke Jakarta ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan Prabowo ke Mesir pada 2024 dan 2025 lalu.
Lawatan Presiden el-Sisi ke Indonesia merupakan bagian akhir dari rangkaian kunjungan resminya ke Asia. Sebelum tiba di Jakarta, el-Sisi telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan pada 6-9 Oktober dan Malaysia pada 9-10 Oktober 2026. (Z-10)
