
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) meresmikan program “Satu Benang untuk Sade” untuk membantu memulihkan Desa Wisata Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kebakaran melumpuhkan aktivitas pariwisata dan mata pencaharian warga setempat.
Program yang dijalankan bersama Danantara Indonesia itu mencakup pembangunan kembali empat unit rumah adat, gapura desa, balai pertemuan, serta pusat ibadah masyarakat. Pemulihan tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi warga, terutama pengrajin tenun, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengelola homestay.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pemulihan Desa Sade tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“Membangkitkan Desa Sade bukan sekadar merenovasi bangunan, melainkan menghidupkan kembali rantai ekonomi warga. Pariwisata halal yang beretika harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat,” kata Anggoro.
Menurut dia, kebangkitan pariwisata Desa Sade harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Kunjungan wisatawan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para penenun, pedagang, dan pelaku UMKM yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata.
BSI juga ingin memastikan pelestarian budaya masyarakat Sasak berjalan beriringan dengan penguatan kemandirian ekonomi warga. Dengan pemulihan fasilitas desa, aktivitas pariwisata diharapkan kembali berjalan sehingga masyarakat dapat melanjutkan usaha dan memperoleh penghasilan.
Anggoro menegaskan, pengembangan pariwisata halal tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim. Lebih dari itu, pengembangan sektor tersebut harus memperhatikan keberlanjutan ekonomi dan memastikan manfaat pariwisata dirasakan masyarakat di sekitar destinasi.
Untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pemulihan Desa Sade, BSI melalui BSI Maslahat juga membuka program donasi “Satu Benang untuk Sade”. Masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui aplikasi BYOND by BSI.
Melalui program tersebut, BSI mendorong keterlibatan publik dalam mendukung pemulihan desa wisata sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya Sasak. Upaya ini diharapkan dapat membantu warga kembali mengembangkan usaha dan memperkuat peran Desa Sade sebagai destinasi wisata budaya di Lombok. (E-2)
