Terlihat Produktif dan Rajin Tersenyum? Psikolog Ingatkan Bahaya Masalah Mental yang tak Terlihat
ilustrasi(Magnific)

ORANG yang tetap bekerja, terlihat produktif, serta sering tersenyum di tempat kerja maupun lingkungan sosial belum tentu bebas dari masalah kesehatan mental. Peringatan tersebut disampaikan oleh psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Sabtu (10/10).

“Masalah kesehatan mental tidak selalu terlihat dalam bentuk menangis, bersedih, atau menarik diri. Ada individu yang tetap bekerja, tersenyum, bahkan terlihat sangat produktif, tetapi sebenarnya sedang mengalami tekanan psikologis yang cukup berat,” ujar Efnie dikutip dari Antara. 

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha tersebut menjelaskan bahwa dalam perspektif bio-neuropsikologi, perubahan kondisi kesehatan mental seseorang dapat dikenali melalui empat indikator utama: emosional, kognitif, perilaku, dan fisiologis.

4 Indikator Perubahan Kondisi Mental yang Perlu Diwaspadai:

  1. Perubahan Emosional: Menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, cemas berlebihan, sering menangis, merasa hampa, atau kehilangan kemampuan menikmati aktivitas yang sebelumnya menyenangkan (anhedonia).
  2. Perubahan Kognitif: Kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, sulit mengambil keputusan, kerap berpikir negatif secara berulang, hingga merasa pikiran selalu penuh.
  3. Perubahan Perilaku: Mulai menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan motivasi, fluktuasi produktivitas yang drastis, atau menunjukkan tabiat yang bertolak belakang dari kebiasaannya.
  4. Perubahan Fisiologis: Mengalami gangguan tidur, perubahan pola nafsu makan, kelelahan berkepanjangan (chronic fatigue), sakit kepala, hingga ketegangan otot tanpa penyebab medis yang jelas.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Efnie yang juga tergabung dalam Asosiasi Neuropsikologi Indonesia – Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) ini menekankan bahwa munculnya satu atau dua gejala tidak serta-merta menandakan gangguan mental berat. Namun, keluarga dan kerabat terdekat wajib waspada jika perubahan tersebut bersifat signifikan, berlangsung terus-menerus, dan mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari.

“Apabila perubahan tersebut menetap, terutama sekitar dua minggu atau lebih, atau semakin berat, sebaiknya individu didorong mendapatkan evaluasi profesional,” tegas Efnie.

Kendati demikian, ia mengimbau keluarga untuk tidak menunggu periode dua pekan jika sudah menemukan tanda bahaya darurat. Tanda-tanda bahaya tersebut meliputi keinginan untuk menyakiti diri sendiri, rasa putus asa ekstrem, hingga adanya ucapan atau isyarat untuk mengakhiri hidup. Dalam kondisi ini, tindakan penanganan medis dan psikologis harus segera dilakukan.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *