
TIGA pesawat helikopter yang digunakan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menggila di Provinsi Jambi, sampai Jumat siang (9/10), belum bisa terbang. Operasai water bombing terhenti imbas terkendala kabut asap.
Berdasarkan informasi yang didapat Media Indonesia di Pokos Udara Penanganan Bencana Karhutla di kawasan bandara lama, Pal Merah, Kota Jambi, operasional tiga dari empat pesawat heli water bombing terhenti selama tiga hari, termasuk Jumat ini.
Pelaksana Harian Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi Brigjen TNI Nyamin, membenarkan hal itu kepada wartawan, menjelang Jumat siang. Nyamin yang juga menjabat sebagai Danrem 042 Garuda Putih, menjelaskan tiga dari empat pesawat helikopter yang sebelumnya diandalkan untuk pemadaman karhutla di kawasan sulit terjangkau, tidak bisa terbang lantaran tebalnya tutupan kabut asap.
Dikatakan Nyamin, keputusan tersebut sudah sesuai SOP (standar operasional prosedur). Sementara satu heli lagi, jenis Puma, tidak dioperasikan dan akan dikembalikan karena masuk jadwal opname.
Tidak hanya menghentikan operasional pesawat heli water bombing, satu unit pesawat kecil dipersiapkan untuk operasional modifikasi cuaca Jumat siang, juga gagal terbang. Penerbangan, sebut Nyamin, akan dilakukan saat jarak penerbangan sudah mumpuni.(SL/E-4)
