Liga Sepak Bola Putri Jadi Jalur Pemain Muda Menuju Timnas Indonesia
Liga Sepak Bola Putri.(dok.istimewa)

KOMPETISI sepak bola putri kelompok usia muda makin menunjukkan perannya sebagai kawah candradimuka bagi pembinaan atlet menuju tim nasional. Pada musim 2026/2027, sebanyak 110 tim kategori U-15 dan U-18 bersiap memanaskan persaingan di lima kota.

Salah satu ajang yang konsisten mengawal pembinaan ini ialah HYDROPLUS Soccer League. Diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS, kompetisi ini mencatatkan 1.723 peserta pada musim perdananya dan langsung memberi dampak nyata bagi regenerasi pemain.

Hasilnya tak main-main. Sebanyak 53 pemain berkesempatan mengenakan jersey Timnas U-16 di ajang Srikandi Merdeka Cup dan meraih posisi runner-up. Tak berhenti di situ, 21 alumni kompetisi ini juga berhasil menembus skuad Timnas Putri Indonesia yang berlaga di Kualifikasi AFC U-17 2027.

Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza, menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi mimpi para pemain muda tersebut. “Kami ingin memberikan panggung bagi para pesepakbola putri muda untuk bertanding, berkembang, dan menunjukkan potensinya,” tutur Yose dalam konferensi.

Langkah ini menjadi pelengkap dari struktur pembinaan berjenjang yang dirancang dari usia dini hingga level profesional. Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, menyebut ajang ini bermaksud menjadi batu loncatan yang konkret.

“Dua kompetisi ini dapat mengantarkan pesepakbola putri menapaki jenjang yang lebih tinggi seperti Indonesia Women’s League,” ujar Teddy.

Guna memperluas daya jangkau, Kota Surakarta kini ditunjuk sebagai tuan rumah baru pada musim kedua untuk merangkul talenta dari Jawa Tengah hingga wilayah Yogyakarta. “Hal ini juga bertujuan untuk menjangkau tim-tim yang bermarkas di area selatan Pulau Jawa seperti Yogyakarta,” kata Teddy.

Bukan sekadar menambah lokasi, ajang ini mulai menyuntikkan regulasi profesional. Aturan anyar kini mengatur kesepakatan formal antara tim dan orang tua terkait rekrutmen serta hak pemain, lengkap dengan pemberlakuan jendela transfer di awal dan pertengahan musim.

“Jadi kami berharap, tidak hanya piawai di lapangan hijau, tetapi mereka juga mulai memahami regulasi dan aturan-aturan dalam dunia sepakbola,” tandas Teddy.

Manfaat dari iklim kompetisi ini dirasakan langsung oleh Nafeeza Ayasha Nori. Pemain kelahiran 29 Maret 2011 yang telah melaut sejak musim perdana tersebut kini menjadi bagian dari skuad Timnas Putri Indonesia di Kualifikasi AFC U-17 2027, yang baru saja memetik kemenangan atas Bahrain dan Arab Saudi.

“Liga ini juga memiliki peran untuk perjalanan aku menuju tim nasional sekarang ini,” ucap Nafeeza.

Pada musim kedua, Nafeeza bersiap membela Akademi Persib Bandung U-18 dengan modal jam terbang menghadapi lawan dari berbagai daerah pada musim sebelumnya.

HYDROPLUS Soccer League 2026/2027 sendiri bakal bergulir serentak di lima wilayah. Babak regional Jakarta mulai ditabuh pada 10 Oktober, disusul Bandung pada 17 Oktober, Surabaya pada 18 Oktober, serta Kudus dan Surakarta pada 25 Oktober 2026.

Secara keseluruhan, 110 tim kategori U-15 dan U-18 yang siap berpartisipasi tersebar di Jakarta dengan 28 tim, Bandung 26 tim, Kudus 24 tim, Surabaya 19 tim, dan Surakarta 13 tim. (Ndf/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *