
KUALITAS udara di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, pada pengukuran Jumat (9/10) tercatat masuk kategori Berbahaya. Hal itu disebabkan kian pekatnya asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir-akhir ini.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Din Kesehatan Kabupaten PPU Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan, berdasarkan laporan analisis kualitas udara Dinkes PPU pada pukul 08.00-09.00 Wita, wilayah Sepaku atau IKN berstatus berbahaya.
Dibeberkannya, untuk kadar Particulate Matter (PM) atau partikel debu halus yang melayang di udara pada PM10 Outdoor di Sepaku tembus 403,25 mikrogram per meter kubik dengan kategori berbahaya. Sementara PM10 Indoor mencapai 350,75 mikrogram per meter kubik juga berbahaya.
“Tidak hanya PM10, kadar PM2,5 di Sepaku juga tinggi. PM2,5 Indoor tercatat 95 mikrogram per meter kubik kategori tidak sehat. Hal ini juga sama dengan Outdoor mencapai 113,75 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tiga kecamatan lainnya di PPU,” sebutnya.
Dikatakannya, untuk tiga kecamatan lain seperti Kecamatan Penajam PM10 Outdoor tercatat 250,5 mikrogram per meter kubik kategori sangat tidak sehat, Waru mencapai 341 mikrogram per meter kubik juga sangat tidak sehat, dan Kecamatan Babulu tercatat 290,33 mikrogram per meter kubik masuk kategori sangat tidak sehat pula.
“Secara rata-rata, kualitas udara di empat kecamatan PPU pagi ini berada di level tidak sehat dengan rata-rata PM2,5 Outdoor 114,1 mikrogram per meter kubik dan PM10 Outdoor 321,27 mikrogram per meter kubik,” urainya.
Pihaknya mengimbau, agar masyarakat Sepaku dan sekitarnya untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat keluar rumah, menutup pintu dan jendela, tidak membakar sampah, serta menjaga kebersihan rumah untuk meminimalkan debu dan polusi.
“Kami menghimbau masyarakat kurangi aktivitas luar ruangan, pakai masker, tutup pintu atau jendela, hindari bakar sampah, dan jaga kebersihan rumah meminimalkan debu,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan lapangan pada pukul 13.00 Wita, kabut asap di wilayah IKN kian menebal, dan bau asap mulai tercium, mata pun terasa perih, meskipun kondisi ini belum mengganggu jarak pandang. Selain itu, peristiwa karhutla masih terjadi di wilayah IKN, dan pada Kamis (8/10) kemarin saja terjadi kebakaran pada lima desa dan kelurahan di Sepaku.(EM/E-4)
