
TIM Indonesia menorehkan prestasi gemilang pada ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 tahun 2026. Dalam kompetisi bergengsi yang mempertemukan talenta muda matematika dan sains dari berbagai negara tersebut, delegasi Indonesia berhasil membawa pulang total 61 medali.
Ketua Tim (Team Leader) Indonesia pada IMSO-23, Muchammad Fachri, mengungkapkan bahwa capaian ini melampaui ekspektasi awal tim. Indonesia sukses mengamankan enam medali emas, 27 medali perak, dan 28 medali perunggu.
“Ini sesuatu yang patut kita syukuri. Hasilnya sungguh di luar prediksi. Kami tidak menyangka akan mendapatkan sebanyak ini, tetapi Indonesia mendapatkan banyak medali,” ujar Fachri.
Rincian Perolehan Medali
Dari total enam medali emas yang diraih, empat di antaranya berasal dari bidang Matematika, sementara dua lainnya disumbangkan dari bidang Sains. Berikut adalah rincian lengkap perolehan medali tim Indonesia:
| Bidang Kompetisi | Emas | Perak | Perunggu | Total |
|---|---|---|---|---|
| Matematika | 4 | 13 | 14 | 31 |
| Sains | 2 | 14 | 14 | 30 |
| Total Keseluruhan | 6 | 27 | 28 | 61 |
Kisah di Balik Medali Emas
Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan para peserta. Aiden Gracio, murid kelas VI SD Witama Plus Srikandi Pekanbaru yang meraih emas di bidang Matematika, mengaku bangga atas pencapaiannya. Ia menekankan pentingnya menjaga mentalitas saat bertanding.
“Jangan sampai tekanan mengambil alih saat berkompetisi karena hasilnya bisa menurun. Dari yang seharusnya mendapatkan emas, bisa turun menjadi perak karena tekanan,” tutur Aiden.
Senada dengan Aiden, Laudya Senja Madinah Alisjahbana dari SDIA 61 Summarecon Serpong yang meraih emas di bidang Sains, memandang IMSO sebagai ajang belajar dan menjalin pertemanan. Ia berpesan agar rekan-rekannya selalu memaksimalkan usaha tanpa terbebani target menjadi yang terbaik.
“Yang penting kalian sudah berusaha, tidak perlu kalian menjadi yang terbaik, namun kalian harus memaksimalkan kerja keras agar mendapat hasil yang kalian inginkan,” kata Laudya.
Persiapan Panjang dan Semangat Pantang Menyerah
Muchammad Fachri menegaskan bahwa prestasi di level internasional seperti IMSO membutuhkan persiapan yang konsisten, bahkan bisa memakan waktu bertahun-tahun. Ia mendorong seluruh murid di Indonesia untuk terus mengasah kemampuan di berbagai bidang.
Semangat pantang menyerah juga datang dari peserta internasional, Tahmid Hasan asal Bangladesh. Meski sempat merasa tidak tampil maksimal, ia justru berhasil meraih medali emas bidang Sains. Bagi Tahmid, interaksi antarnegara di IMSO adalah pengalaman yang tak ternilai.
“Jangan pernah menyerah. Selalu ada kesempatan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan baru. Jika kita terus berjuang, suatu hari kita dapat mencapainya,” pungkas Tahmid.
Prestasi di IMSO-23 menjadi bukti bahwa kombinasi antara latihan keras, keberanian menghadapi tantangan, dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci utama dalam mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
(Z-1)
