GP Singapura Ditetapkan Sebagai Heat-Hazard Race Keempat di Formula 1 2026
Pembalap Red Bull Max Verstappen saat tampil di GP Singapura pada 2022.(AFP/Lillian SUWANRUMPHA)

GRAND Prix Singapura resmi ditetapkan sebagai balapan dengan status bahaya panas (heat-hazard race). Keputusan ini menandai pekan kedua berturut-turut status tersebut diberlakukan di Formula 1, sekaligus menjadi kali keempat sepanjang musim 2026.

Status heat hazard merupakan protokol resmi FIA yang diperkenalkan sejak 2025. Status ini diaktifkan apabila prakiraan suhu udara diprediksi melampaui 31 derajat Celsius pada titik tertentu selama balapan berlangsung.

Dengan penetapan ini, tim diizinkan memasang perangkat pendingin khusus pada mobil untuk menjaga suhu tubuh pembalap di dalam kokpit.

Tantangan Ganda: Suhu Ekstrem dan Kabut Asap

Selain suhu panas yang menyengat, penyelenggaraan GP Singapura tahun ini juga dibayangi oleh masalah kualitas udara. Kabut asap yang dipicu oleh kebakaran hutan di Indonesia mulai berdampak pada jarak pandang dan kesehatan.

Formula 1 mengonfirmasi tengah memantau situasi ini secara ketat, serupa dengan kondisi pada GP Bahrain di Malaysia pekan lalu. Meski demikian, otoritas balap saat ini belum menganggapnya sebagai ancaman besar bagi kelangsungan balapan.

Singapura, yang terletak dekat garis khatulistiwa, memang dikenal sebagai salah satu sirkuit paling menuntut fisik. Pada 2024, George Russell dan Lewis Hamilton bahkan harus menjalani perawatan medis akibat kelelahan panas (heat exhaustion) setelah balapan berakhir. Meskipun digelar pada malam hari, suhu di Marina Bay tetap bertahan di kisaran 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi.

Mekanisme Rompi Pendingin dan Aturan Ballast

Untuk memitigasi risiko kesehatan, tim diperbolehkan menggunakan sistem pendingin yang terdiri dari tangki cairan dan pompa yang biasanya diletakkan di bagian hidung mobil. Cairan pendingin, seperti glikol, dialirkan melalui pipa-pipa kecil di dalam rompi tahan api yang dikenakan pembalap di bawah baju balap mereka.

Namun, penggunaan alat ini tidak bersifat wajib. FIA menerapkan aturan penyeimbang bagi mereka yang memilih untuk tidak menggunakannya guna memastikan tidak ada keuntungan kompetitif dari sisi bobot mobil.








Kategori Ketentuan / Detail
Opsi Tanpa Pendingin Wajib membawa beban tambahan (ballast) seberat 5 kg.
Insentif Cost Cap (Efisiensi) Tambahan anggaran Rp785 juta ($50.000) untuk sistem yang tahan sepanjang balapan.
Insentif Cost Cap (Kenyamanan) Tambahan anggaran Rp1,17 miliar ($75.000) untuk desain rompi yang nyaman.
Daftar Heat-Hazard 2026 GP Austria, GP Italia, GP Bahrain (Malaysia), GP Singapura.

Pro dan Kontra di Kalangan Pembalap

Meski bertujuan melindungi atlet, teknologi ini menuai reaksi beragam. Max Verstappen dari Red Bull secara tegas menolak penggunaan rompi tersebut.

“Bagi saya, ini tidak diperlukan. Memang panas, tapi ini bukan sauna. Kabel-kabel di dalam mobil justru membatasi pergerakan saya,” ujarnya. Verstappen juga meragukan efektivitas alat tersebut untuk durasi balapan Formula 1 yang mencapai 1,5 jam.

Di sisi lain, Charles Leclerc dari Ferrari lebih terbuka meski mengakui adanya keterbatasan teknis.

“Jika saya bisa mendapatkan rompi yang lebih baik, saya akan mengambilnya. Alat ini bekerja baik untuk 15-20 lap awal, tapi setelah itu suhu cairan akan naik mengikuti suhu mobil,” kata Leclerc.

Ia menekankan bahwa dehidrasi di tengah balapan dapat menurunkan performa pembalap secara signifikan.

Sementara itu, tim Mercedes memilih untuk tidak menggunakan sistem ini sama sekali. Deputy Team Principal Mercedes, Bradley Lord, menyatakan bahwa tunjangan anggaran dari FIA terlalu kecil untuk mengembangkan solusi yang cukup tangguh bertahan sepanjang balapan, terutama di Singapura yang merupakan balapan dengan durasi terlama dalam kalender F1.

Jika cairan pendingin gagal menjaga suhunya, suhu di dalam kokpit F1 dilaporkan bisa melonjak hingga di atas 40 derajat Celsius, yang jauh lebih panas dibandingkan suhu lingkungan sekitar. (bbc/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *