
STROKE tetap menjadi salah satu ancaman kesehatan paling mematikan di dunia. Sayangnya, banyak pasien gagal mendapatkan penanganan cepat pada jendela emas (golden window) bukan karena kelalaian, melainkan akibat salah mengenali gejalanya. Sebagian besar tanda stroke kerap disalahartikan sebagai masalah kesehatan ringan seperti stres, kelelahan, atau salah tidur.
Berikut adalah tujuh tanda peringatan stroke yang paling sering diremehkan beserta penjelasan medisnya:
- Pusing Mendadak: Sering dianggap sepele sebagai vertigo biasa atau akibat berdiri terlalu cepat. Padahal, studi menunjukkan pasien dengan gejala pusing memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi mengalami kesalahan diagnosis di IGD.
- Gangguan Penglihatan: Penglihatan kabur atau ganda akibat kurangnya suplai oksigen ke mata sering disangka sebagai kelelahan menatap layar gawai.
- Kebingungan Mental: Perubahan status mental atau kebingungan mendadak kerap disangka sebagai kelelahan atau stres berat, padahal ini adalah salah satu tanda paling sering dari kasus stroke yang terlewat.
- Mati Rasa Sebelah Sisi: Kebas atau kesemutan yang datang tiba-tiba pada salah satu sisi tubuh sering disamakan dengan anggota tubuh yang “kesemutan” akibat posisi tidur yang salah.
- Sakit Kepala Parah (Thunderclap Headache): Nyeri kepala hebat yang datang seketika sering kali diabaikan oleh penderita migrain, padahal bisa jadi itu adalah tanda stroke hemoragik (pendarahan otak).
- Mual dan Muntah: Gangguan pencernaan yang datang mendadak kerap disangka keracunan makanan, padahal kombinasi mual dan pusing bisa mengindikasikan masalah neurologis.
- Hilangnya Koordinasi (Ataksia): Sering tersandung atau kehilangan keseimbangan kerap dianggap sebagai kecerobohan biasa atau kelelahan, yang padahal bisa menjadi indikasi serangan transient ischemic attack (TIA) atau mini-stroke.
Mengenali tanda-tanda yang muncul secara tiba-tiba dan bertindak cepat adalah kunci utama dalam meminimalkan kerusakan otak akibat stroke.
(The Garden Magazine/P-4)
