
PENANTIAN panjang sepak bola Indonesia di level regional akhirnya berujung gelar. Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Thailand melalui adu penalti 4-2 dalam final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, (5/8).
Kemenangan itu diraih setelah kedua kesebelasan bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu. Gelar tersebut sekaligus menjadi pencapaian bersejarah bagi Indonesia pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup, setelah perjalanan panjang yang diwarnai dukungan publik dan pembinaan pemain dari usia dini.
“Selamat kepada para pemain, pelatih, seluruh jajaran Timnas, dan PSSI. Kami ikut bahagia dan bangga atas perjuangan Garuda yang membawa Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup. Apresiasi juga kami sampaikan kepada masyarakat yang terus mendukung Timnas. Kemenangan ini menunjukkan kekuatan kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah,” ujar General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana seperti dikutip pada Kamis (8/10).
Bagi suporter, keberhasilan tersebut menjadi puncak dari harapan yang selama ini terus dijaga. Semangat itu salah satunya terlihat ketika ribuan pendukung Timnas membentuk mural manusia bertuliskan “Believe” pada laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 25 September 2026.
Lebih dari 6.000 suporter terlibat dalam aksi tersebut. Sebanyak 2.625 orang membentuk konfigurasi tulisan “Believe” menggunakan jas hujan hingga tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Konfigurasi Tulisan dengan Media Jas Hujan oleh Peserta Terbanyak.
Hanya berselang beberapa hari, pesan yang dibentuk para suporter itu mendapat jawaban di lapangan. Timnas Indonesia membawa pulang trofi setelah melewati pertandingan final yang ketat hingga adu penalti.
Perjalanan menuju panggung juara juga tidak terlepas dari proses pembinaan pemain yang berlangsung dalam jangka panjang. Salah satunya melalui kompetisi sepak bola usia dini Aqua Danone Nations Cup (Aqua DNC), yang pertama kali digelar di Indonesia pada 2003 untuk kelompok usia 10-12 tahun.
Hingga 2019, program tersebut telah diikuti lebih dari 720.000 anak dari 34 provinsi dan 150 kabupaten. Pada 2019, lebih dari 70.000 peserta dari hampir 5.000 tim mengikuti rangkaian seleksi regional.
Sejumlah pemain yang kemudian memperkuat Timnas Indonesia juga pernah mengikuti kompetisi tersebut, di antaranya Evan Dimas, Egy Maulana Vikri, dan Andik Vermansyah. Pengalaman di level usia dini menjadi bagian dari perjalanan mereka sebelum mencapai jenjang sepak bola profesional.
Marketing Director Aqua, Adisti Nirmala, mengatakan keberhasilan Timnas menjadi momentum untuk kembali melihat pentingnya pembinaan pemain sejak usia muda.
“Kami ikut senang menyaksikan perjuangan Timnas berbuah gelar juara dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia. Sebagai official mineral water Timnas Indonesia, Aqua bangga dapat mendukung kebutuhan hidrasi para pemain dalam latihan dan pertandingan. Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendukung sepak bola Indonesia,” ujar Adisti.
Menurut dia, capaian tersebut diharapkan ikut mendorong lebih banyak anak Indonesia untuk aktif berolahraga dan mengejar cita-cita di bidang yang mereka tekuni.
Selain pembinaan usia dini, perjalanan Timnas menuju gelar juara juga akan diangkat melalui film dokumenter The Longest Wait. Film tersebut dijadwalkan diluncurkan dalam waktu dekat dan mengangkat perjalanan, pengorbanan, serta harapan para pemain dan masyarakat dalam menantikan kebangkitan sepak bola Indonesia. (Mir/P-3)
