
SERANGAN rudal Rusia menghancurkan sebuah blok apartemen di Pryluky, sebelah timur Kyiv, Ukraina, pada Rabu dini hari. Insiden tragis tersebut menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk lima anak-anak, serta merusak 30 unit hunian saat para penghuni sedang tertidur.
Di antara korban tewas terdapat tiga balita berusia satu tahun. Pihak berwenang mengonfirmasi salah satu bocah laki-laki meninggal dunia bersama ibu dan neneknya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam tindakan tersebut sebagai salah satu serangan paling kejam dari pihak Rusia. Ia juga mengaitkan waktu penyerangan tersebut dengan hari ulang tahun Presiden Vladimir Putin yang ke-74 pada hari Rabu.
“Rusia ingin menyerang dengan menyakitkan dan secara demonstratif,” kata Zelensky.
Pemerintah Rusia tidak memberikan komentar spesifik mengenai insiden di Pryluky, namun menyatakan bahwa serangan berskala besar tersebut ditargetkan ke industri militer di Kyiv dan wilayah lainnya.
Korban Jiwa dan Kerusakan Merata
Dampak serangan pada hari Rabu mencatat total korban jiwa mencapai 25 orang di seluruh wilayah Ukraina. Selain di Pryluky, korban tewas dilaporkan berada di Kyiv (dua orang), Kremenchuk (dua orang), dan Oleksandriya (dua orang). Di Kremenchuk, lebih dari 430 apartemen dan rumah tinggal mengalami kerusakan, serta puluhan warga luka-luka.
Di Pryluky, tim penyelamat menghabiskan waktu berjam-jam menyisir puing-puing bangunan lima lantai. Kepala Wilayah Chernihiv, Vyacheslav Chaus, menyebutkan kota tersebut dihantam oleh lima rudal jelajah, dengan salah satunya mengenai langsung gedung apartemen. Lebih dari 50 warga dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.
Zelensky mengidentifikasi korban anak-anak yang berusia satu tahun yaitu Oleksandr, Kyrylo, dan Serhii, serta seorang bocah berusia delapan tahun bernama Maksym. Sementara itu, Perdana Menteri Serhii Koretskyi menyampaikan bahwa seorang bocah bernama Sasha tewas bersama ibunya, Kateryna, dan sang nenek, Viktoriia. Satu-satunya anggota keluarga yang selamat dari kejadian tersebut adalah kakak perempuan Sasha, Olha.
Eskalasi Serangan Udara dan Balasan Ukraina
Angkatan Udara Ukraina melaporkan berhasil menjatuhkan 5 balistik, 39 rudal jelajah, dan lebih dari 100 drone. Kendati demikian, sekitar 26 rudal berhasil menembus sistem pertahanan udara. Zelensky kembali menyerukan kepada negara-negara sekutu untuk memberikan bantuan paket pertahanan udara. Menurutnya, salah satu target utama serangan Rusia adalah infrastruktur energi Ukraina.
Di sisi lain, Zelensky menyatakan Ukraina meluncurkan serangan balasan ke wilayah Perm, Samara, dan Astrakhan di Rusia dalam 24 jam terakhir, serta melakukan tindakan balasan di Laut Hitam.
Laporan setempat mencatat ledakan dan kebakaran terjadi pada sebuah kapal tanker minyak berbendera Liberia, Aframax Rio, di lepas pantai Sochi, Rusia, yang menurut Kementerian Transportasi Rusia diakibatkan oleh serangan perahu tanpa awak.
Selain itu, dua kapal kargo di zona ekonomi eksklusif Bulgaria di Laut Hitam juga dilaporkan dihantam serangan. Salah satu kapal, Alfa Watan, tenggelam setelah dihantam drone, sementara kapal pembawa jelai (grain) kedua berhasil dievakuasi bersama 18 awaknya. Pihak Bulgaria belum mengonfirmasi pihak yang bertanggung jawab atas insiden di wilayah perairannya tersebut. (BBC/Z-2)
