
MANTAN Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Jerman (BND), August Hanning, ditangkap atas dugaan spionase dan pengkhianatan negara. Kasus ini mencuat di tengah penyelidikan terpisah terkait penculikan anak yang menyeret sejumlah mantan pejabat intelijen Israel, termasuk dugaan keterlibatan mantan kepala Mossad.
Hanning, yang memimpin BND pada 1998-2005, ditangkap pada Selasa (6/10) bersama mantan stafnya yang diidentifikasi jaksa sebagai Manfred D. Hanning diduga membeli rahasia negara dari mantan bawahannya tersebut, yang tetap bekerja di BND setelah Hanning meninggalkan jabatan dan bertugas di bawah beberapa penerusnya.
Jaksa menyatakan Hanning memperoleh hampir 2.000 dokumen BND sepanjang 2010-2022. Dokumen tersebut diduga dimanfaatkan dalam pekerjaannya sebagai konsultan keamanan swasta.
Dalam salah satu kasus, Hanning diduga menggunakan materi BND untuk menyusun laporan analisis bagi seorang pegawai dinas intelijen asing. Ia juga dituduh menjalin kontak erat dengan seorang perwakilan dinas intelijen asing lainnya dan selama beberapa tahun meneruskan informasi yang diperoleh dari Manfred D.
Pernyataan kejaksaan tidak menyebut nama dinas intelijen yang dimaksud. Namun, sejumlah sumber penegak hukum yang dikutip media Jerman menyatakan penyidik tidak menduga adanya keterkaitan dengan Rusia.
Kasus Penculikan Anak
Kasus spionase tersebut dilaporkan berkembang dari bukti yang ditemukan di kediaman Hanning di Hamburg. Polisi menggeledah rumah itu pada September 2025 dalam penyelidikan terpisah yang melibatkan pengusaha Christina Block.
Block merupakan pewaris kelompok restoran Block House. Ia sedang menjalani persidangan atas dugaan keterlibatan dalam penculikan dua anak bungsunya dari rumah ayah mereka di Denmark untuk dibawa kembali ke Jerman.
Jaksa menduga Block menyewa perusahaan keamanan swasta milik Hanning, System 360, serta mantan polisi kriminal negara bagian Thorsten Mehles untuk menjalankan operasi tersebut.
Setelah upaya awal mereka digagalkan, Hanning diduga menyerahkan pekerjaan itu kepada Yaakov Perry, mantan kepala Shin Bet, badan intelijen dalam negeri Israel. Perry kini memimpin perusahaan intelijen swasta CGI Group.
Perry disebut membentuk tim yang menyerang mantan suami Block, Stefan Hansel, lalu membawa kedua anak tersebut. Hansel juga mengeklaim Hanning merekrut Danny Yatom, mantan kepala Mossad, untuk terlibat dalam operasi itu.
Yatom membantah keterlibatannya. Saat dimintai tanggapan media Israel, ia mengakui mengenal Hanning sejak akhir 1980-an, tetapi menyatakan tidak memiliki hubungan dengan kasus penculikan tersebut.
Namun, dalam wawancara dengan media Israel pada 2021, Hanning mengatakan dirinya mempertahankan “hubungan kerja yang sangat erat, bahkan persahabatan” dengan Yatom dan sejumlah pejabat Mossad setelah meninggalkan BND. (RT/B-3)
