
EMPAT Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang sempat disandera di kapal MT Honour 25 akhirnya tiba di tanah air dengan selamat. Isak tangis haru keluarga menyambut kepulangan mereka di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (6/10).
Duta Besar Indonesia untuk Kenya merangkap Somalia, Witjaksono Adji, mengungkapkan fakta di balik pembebasan para sandera tersebut. Menurutnya, pembebasan keempat WNI ini dilakukan melalui operasi militer bersenjata yang dilancarkan oleh aparat negara bagian Puntland, Somalia, pada akhir September lalu.
“Tetapi, informasi yang kemudian kami terima justru menyebut operasi penyerangan sudah dilakukan untuk membebaskan para ABK di MT Honour 25,” ujar Dubes Witjaksono saat ditemui usai proses serah terima ABK kepada pihak keluarga.
Operasi penyelamatan tersebut berlangsung pada 29 September 2026. Sebelum dipulangkan ke Indonesia, para WNI sempat menjalani masa pemulihan awal di Puntland.
Dubes Witjaksono mengakui bahwa pada awalnya informasi terkait operasi penyelamatan tersebut sangat simpang siur, bahkan sempat beredar kabar burung yang menyebutkan adanya korban jiwa dari pihak WNI. Kepastian baru didapat setelah ia berkomunikasi langsung dengan sang kapten kapal, Ashari Samadikun (34).
“Kami mendapat informasi dari Kapten Ashari mengenai (ABK) yang selamat. Menurut konfirmasi dari beliau, semua ABK WNI dalam kondisi hidup, tetapi ada satu yang terluka,” jelasnya.
Satu ABK WNI bernama Fiki Mutakin (25) mengalami luka tembak di bagian kaki kanan akibat terjangan peluru saat operasi penyelamatan berlangsung. Setibanya di Jakarta, Fiki tampak masih dalam tahap pemulihan dan harus menggunakan kursi roda.
Tempuh Jalur Diplomasi Panjang
Dubes Witjaksono menegaskan bahwa dalam menangani penyanderaan ini, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) senantiasa mengedepankan jalur diplomasi dan tidak pernah menjadikan operasi bersenjata sebagai opsi utama demi keselamatan para WNI.
Pihaknya terus membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah negara bagian Puntland sebagai otoritas wilayah laut tempat pembajakan, pemerintah pusat Somalia, hingga jejaring komunitas dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat.
Setelah disandera oleh kelompok pembajak selama hampir enam bulan sejak kapal mereka dibajak di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April 2026, keempat WNI tersebut akhirnya bisa bernapas lega dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.
Adapun keempat ABK WNI yang berhasil dibebaskan dan dipulangkan hari ini meliputi:
- Ashari Samadikun (Kapten Kapal) – asal Gowa, Sulawesi Selatan
- Wahudinanto (48) – asal Pemalang, Jawa Tengah
- Adi Faizal (27) – asal Bulukumba, Sulawesi Selatan
- Fiki Mutakin (25) – asal Bogor, Jawa Barat
Sebagai informasi, kapal MT Honour 25 saat dibajak di perairan Somalia diawaki oleh total 16 awak, yang terdiri atas 4 WNI, 10 ABK asal Pakistan, serta masing-masing satu awak berkebangsaan India dan Myanmar.
(Ant/P-4)
