
KAPTEN Kapal Tanker MT Honour, Ashari Samadikun (34), menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarga lima orang anak buah kapal (ABK) yang gugur dalam insiden penyanderaan oleh perompak di Somalia. Insiden tragis tersebut telah berlangsung sejak April 2026.
Setibanya di tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Selasa (6/10) malam, kapten asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, itu tak kuasa menahan kesedihan. Ia mengaku sangat terpukul karena tidak mampu memenuhi janjinya untuk membawa seluruh awak kapal pulang dengan selamat.
“Saya selaku kapten memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dengan keadaan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ucap Ashari dengan nada penuh penyesalan.
Ashari merasa gagal dalam menjalankan tanggung jawab terbesarnya untuk memastikan keamanan seluruh kru agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga mereka. Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang merespons cepat situasi darurat sejak hari pertama penyanderaan.
Ia mengenang momen krusial saat pertama kali diberikan kesempatan melakukan kontak luar kapal oleh perompak. Pihak pertama yang ia hubungi adalah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi.
“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal, yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar Nairobi,” ujarnya.
Berkat sinergi diplomasi pemerintah, Kapten Ashari bersama kru yang selamat berhasil dibebaskan. Di antara mereka yang kembali adalah Adi Faizal (2nd Officer asal Bulukumba), Wahudinanto (Chief Officer asal Pemalang), dan Fiki Mutakin (asal Bogor).
Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK Sugiono menegaskan bahwa pemulangan para WNI ini merupakan bentuk komitmen perlindungan negara. Pemerintah juga memastikan akan memberikan perhatian penuh pada pemulihan fisik dan mental para korban pasca-penyanderaan.
“Saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini, di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik,” kata Sugiono.
Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan yang panjang ini, mulai dari Kemenlu, Kemenhub, Komisi I DPR RI, hingga KBRI Nairobi dan KBRI Yaounde. (Ant/H-3)
