
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Korea Selatan terkait partisipasi mereka dalam proyek gas alam cair (LNG) Alaska senilai US$50 miliar (sekitar Rp785 triliun). Trump menegaskan bahwa Seoul harus segera menandatangani kesepakatan tersebut atau menghadapi konsekuensi biaya yang jauh lebih tinggi.
“Jika mereka tidak ingin melakukannya, itu tidak masalah bagi saya. Saya hanya akan menagih mereka lebih banyak,” ujar Trump kepada wartawan pada Jumat (2/10) waktu setempat, sebagaimana dirilis oleh Gedung Putih. Ia menambahkan, “Katakan kepada mereka jika mereka tidak segera menandatangani, saya akan melipatgandakannya.”
Meskipun Trump tidak merinci yang akan dilipatgandakan, media lokal Korea Selatan berspekulasi bahwa ancaman tersebut merujuk pada kenaikan tarif perdagangan terhadap negara tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah ketidaksesuaian informasi antara Washington dan Seoul mengenai rencana investasi energi dan infrastruktur Korea Selatan di AS.
Klaim Sepihak dan Ketidakpastian Investasi
Trump membantah tuduhan bahwa dirinya terburu-buru dalam mengumumkan keterlibatan Korea Selatan dalam proyek raksasa tersebut. “Saya tidak mendahului keadaan,” tegasnya saat ditanya mengenai pengumuman proyek yang menurut Seoul belum mencapai tahap final.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa mereka masih melakukan penilaian terhadap proyek LNG Alaska. Partisipasi Seoul sangat bergantung pada kelayakan komersial proyek tersebut serta kepatuhan terhadap prosedur hukum domestik yang berlaku.
Proyek Tambahan: Selain LNG, Trump melalui platform Truth Social juga mengeklaim ada tambahan proyek enhanced oil recovery senilai US$8,4 miliar (sekitar Rp132 triliun) yang melibatkan Korea Selatan.
Klarifikasi Kementerian Industri Korea Selatan
Terkait klaim tambahan proyek pemulihan minyak tersebut, media Korea Selatan melaporkan bahwa kesepakatan itu tidak termasuk dalam perjanjian resmi yang dicapai antara Seoul dan Washington. Kementerian Industri Korea Selatan dilaporkan tengah berupaya memverifikasi pengumuman Trump tersebut.
Pihak kementerian menghubungi Amerika Serikat melalui saluran perdagangan untuk meminta klarifikasi lebih lanjut. Hingga saat ini, terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara klaim investasi yang dilontarkan Trump dengan status resmi proyek yang diakui oleh pemerintah Korea Selatan. (CNBC/I-2)
