Kasus DBD di Garut Capai 1.051 Positif, Tiga Orang Meninggal Dunia
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, musim kemarau panjang menyebabkan kasus DBD meningkat cukup signifikan lantaran faktor cuaca tidak menentu.(Dok Dinkes Garut)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mencatat sebanyak 1.051 orang dinyatakan positif terjangkit DBD dalam periode Januari hingga September, dengan tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengungkapkan bahwa faktor cuaca yang tidak menentu menjadi pemicu utama lonjakan kasus ini. Musim kemarau yang diselingi hujan di beberapa daerah menyebabkan munculnya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

“Kasus DBD sejak Januari hingga September 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal ini disebabkan faktor cuaca tidak menentu di beberapa daerah serta kurangnya perhatian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitar,” ujar Asep Surahman, Senin (5/10/2026).

Asep menjelaskan, meski terdapat tiga korban jiwa yang tidak tertolong, sebagian besar pasien lainnya telah berangsur sembuh setelah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas maupun rumah sakit. Pihaknya terus berupaya mengendalikan penyebaran virus ini melalui berbagai langkah preventif.

Sebagai bentuk penanganan, petugas kesehatan di lapangan gencar melakukan edukasi serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Langkah konkret yang diambil meliputi pengasapan (fogging) di lokasi-lokasi endemik serta pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala di bak mandi dan penampungan air milik warga.

“Kami selalu memberikan edukasi kepada masyarakat agar rutin melakukan 3M (menguras, menutup, dan mengubur), menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperkuat gerakan satu rumah satu jumantik,” tambahnya.

Dinkes Garut menekankan bahwa keberhasilan menekan angka DBD sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Asep mengimbau warga untuk lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya dan memastikan lingkungan rumah tetap bersih agar jentik nyamuk tidak tumbuh menjadi dewasa.

“Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus peduli guna menekan kasus ini. Kami mengimbau warga lebih semangat menjaga kebersihan lingkungan, apalagi di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi saat ini,” pungkasnya. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *