
Peluang besar untuk mengakhiri penantian panjang trofi juara kini terbuka lebar di hadapan Timnas Indonesia senior. Skuad Garuda dijadwalkan menjajal kekuatan Tailan pada laga pemungkas FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10).
Pertandingan Indonesia vs Thailand menjadi momentum sangat berharga bagi Indonesia. Pasalnya, kali terakhir Skuad Garuda merengkuh prestasi di level senior adalah pada SEA Games 1991, sementara trofi terakhir yang diangkat di SUGBK terjadi pada ajang Piala Kemerdekaan 2008.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa seluruh elemen tim memiliki tekad kuat untuk memanfaatkan momentum bersejarah tersebut.
“Ada kesempatan bagi kami untuk menjadi tim putra pertama yang mengangkat trofi untuk negara ini. Ini adalah kesempatan yang sudah diperjuangkan oleh banyak pemain dan mereka telah mendapatkan hak untuk berada di sini,” ujar Herdman dalam konferensi pers di SUGBK, Minggu (4/10).
Perjalanan Menuju Final
Langkah Indonesia menuju partai puncak terbilang meyakinkan. Skuad asuhan Herdman melenggang sebagai juara Grup A dengan koleksi tujuh poin. Hasil tersebut diraih setelah menang 2-0 atas Singapura, imbang 0-0 dengan Malaysia, serta pesta gol 9-2 atas Bangladesh.
Penyerang Mitchell Baker tampil menonjol sepanjang turnamen dengan torehan lima gol. Ketajaman Baker tidak lepas dari peran Ole Romeny yang menyumbangkan empat assist.
Di kubu lawan, Tailan menembus final usai menjuarai Grup B. Tim Gajah Perang bahkan sudah menggenggam tiket final sebelum laga terakhir fase grup. Hal ini membuat juru taktik Anthony Hudson sempat merotasi pemain saat kalah 1-2 dari Filipina demi menjaga kebugaran pilar utama mereka.
Menjaga Fokus dan Mental
Herdman menyadari kualitas Tailan tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus agar tim tidak goyah di bawah tekanan tinggi pertandingan final.
“Namun, pada akhirnya, ini hanyalah sebuah kesempatan. Kami harus tampil besok, menghormati lawan, dan percaya pada proses yang sudah kami jalani,” kata pelatih asal Inggris tersebut.
Ia juga memberikan perumpamaan mengenai cara menyikapi peluang juara ini. “Kami tidak boleh memegang kesempatan ini terlalu erat, karena kesempatan itu bisa terlepas dari genggaman. Namun, kami juga tidak boleh memegangnya terlalu longgar,” tambahnya.
Dukungan penuh publik SUGBK dinilai akan menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain. Herdman optimistis mental bertanding anak asuhnya sudah teruji untuk melewati momen-momen krusial.
“Dengan dukungan para suporter, saya tahu mereka akan mendorong kami hingga melewati garis akhir. Ketika momen-momen sulit datang, tim ini mungkin akan sedikit membengkok, tetapi tidak akan patah,” tegasnya.
Nada optimistis senada disampaikan oleh kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks. Ia mempercayai kemampuan rekan-rekannya untuk mengamankan kemenangan di laga krusial nanti.
“Final akan menjadi pertandingan yang sulit, tetapi ini hanya satu pertandingan dan apa pun bisa terjadi. Jadi, tentu saja, saya sangat percaya kepada teman-teman,” pungkas Diks. (E-3)
