10 Mitos Penyakit Jantung dan Faktanya yang Penting Diketahui
Ilustrasi(magnifik)

Penyakit jantung masih sering dikaitkan dengan usia lanjut, berat badan berlebih, atau kadar kolesterol tinggi. Padahal, sejumlah anggapan yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya benar. Beberapa kondisi bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung tanpa disadari.

Dikutip dari Thailan Heart Hospital, terdapat sejumlah kesalahpahaman mengenai penyakit jantung yang penting untuk diluruskan agar masyarakat dapat lebih memahami faktor risikonya dan melakukan pencegahan sejak dini.

10 Mitos dan Faktanya

1. Orang muda dan kurus tidak bisa terkena penyakit jantung

Usia muda dan tubuh kurus memang dapat memiliki risiko lebih rendah, tetapi bukan berarti terbebas dari penyakit jantung. Faktor genetik juga dapat berperan, termasuk kondisi kardiomiopati hipertrofik yang dapat menyebabkan serangan jantung mendadak pada orang muda atau atlet.

2. Penderita penyakit jantung tidak boleh berolahraga

Olahraga justru dapat membantu memperkuat otot jantung dan meningkatkan aliran darah. Namun, jenis serta intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan rekomendasi dokter.

3. Minum obat kolesterol berarti bebas makan apa saja

Obat penurun kolesterol membantu mengurangi kolesterol yang diproduksi hati, tetapi tidak menghilangkan dampak konsumsi makanan tinggi lemak. Karena itu, pola makan tetap perlu dijaga.

4. Diabetes yang sudah diobati tidak berisiko terkena penyakit jantung

Mengontrol gula darah memang membantu menekan risiko, tetapi penderita diabetes tetap dapat mengalami penyakit jantung dan stroke.

5. Pemeriksaan kolesterol baru diperlukan saat paruh baya

Pemeriksaan sejak usia muda dapat membantu mengetahui risiko lebih awal. Thailan Heart Hospital menyebut dalam artikelnya  pemeriksaan kolesterol dianjurkan setiap lima tahun setelah usia 20 tahun.

6. Tekanan darah tinggi adalah hal biasa pada lansia

Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke. Karena itu, tekanan darah tetap perlu dikendalikan.

7. Perempuan tidak terkena penyakit jantung

Penyakit jantung dapat dialami pria maupun perempuan. Risiko pada perempuan bahkan meningkat terutama setelah usia 65 tahun.

8. Riwayat keluarga berarti pasti terkena penyakit jantung

Riwayat keluarga memang meningkatkan risiko, tetapi bukan berarti penyakit tersebut tidak dapat dicegah. Olahraga, menjaga kolesterol, tekanan darah, gula darah, berat badan, dan tidak merokok dapat membantu menurunkan risiko.

9. Semua makanan berlemak harus dihindari

Lemak jenuh dan lemak trans perlu dibatasi. Sementara itu, lemak tak jenuh dari ikan berlemak, kacang-kacangan, tumbuhan, dan minyak zaitun justru dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

10. Serangan jantung selalu diawali nyeri dada

Nyeri dada memang merupakan gejala yang umum, tetapi serangan jantung juga dapat ditandai sesak napas, mual, sakit kepala, atau rasa tidak nyaman pada lengan, rahang, leher, dan punggung. Jika gejala tersebut dicurigai sebagai serangan jantung, segera cari pertolongan medis.

Sumber: Tailan Heart Hospital



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *