
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis terus mengintensifkan pasokan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan. Tercatat sebanyak 18.247 Kepala Keluarga (KK) atau 51.527 jiwa di 71 desa yang tersebar di 24 kecamatan kini mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan bahwa dampak kekeringan tahun ini semakin meluas hingga mencakup 161 dusun. Fenomena El Nino yang ekstrem menyebabkan sumber air warga menyusut drastis, bahkan menjangkau wilayah dataran tinggi.
“Petugas BPBD berupaya memasok air bersih ke berbagai pelosok perkampungan secara gratis. Meskipun penetapan status siaga bencana telah berakhir pada September 2026, pasokan air terus berjalan karena musim kemarau masih berlangsung,” ujar Ani Supiani, Minggu (4/10/2026).
Ani menambahkan, meski masa siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta krisis air bersih secara administratif telah usai, pelayanan kemanusiaan tetap menjadi prioritas. Petugas di lapangan bekerja dari siang hingga malam hari untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, seperti memasak, minum, dan mencuci, dapat terpenuhi.
Kondisi ini diperparah dengan menyusutnya sumber air dari PDAM. Dampak kekeringan tidak hanya memicu krisis air bersih bagi rumah tangga, tetapi juga menyebabkan lahan pertanian mengalami gagal tanam karena petani kesulitan mengolah lahan yang mengeras.
Sementara itu, Lela (44), warga Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, mengakui bahwa kemarau tahun ini merupakan salah satu yang terparah. Ia dan tetangganya kini hanya bisa mengandalkan bantuan air dari pemerintah karena sumur milik warga telah mengering total.
“Kebutuhan air bersih gratis ini sangat berguna untuk masak, minum, wudu, hingga mandi. Musim kemarau tahun ini membuat ratusan sumur surut dan sawah kering kerontang. Kami sangat berharap hujan segera turun,” tutur Lela saat menampung air bantuan menggunakan ember dan galon.
- Jumlah Terdampak: 51.527 Jiwa (18.247 KK)
- Cakupan Wilayah: 71 Desa di 24 Kecamatan
- Total Dusun: 161 Dusun
- Penyebab Utama: Fenomena El Nino & Perubahan Iklim
BPBD Ciamis berkomitmen untuk terus melakukan pendistribusian air selama permintaan dari masyarakat masih tinggi dan kondisi cuaca belum menunjukkan tanda-tanda masuknya musim penghujan. Upaya mitigasi jangka panjang juga terus dikaji guna menghadapi perubahan iklim yang kian ekstrem di masa mendatang.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap bijak dalam menggunakan cadangan air yang ada dan segera melapor melalui perangkat desa jika wilayahnya belum tersentuh bantuan. Hingga saat ini, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan dampak kekeringan tidak meluas ke sektor kesehatan masyarakat. (E-3)
