TPA Cipayung Depok Kembali Longsor, Sampah Warga tak Terangkut
TPA Cipayung Depok.(Dok. Antara)

GUNUNGAN sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, kembali mengalami longsor pada Jumat (3/10/2026). Insiden ini mengakibatkan tertutupnya jalan operasional truk sampah serta menyumbat aliran Kali Pesanggrahan.

Penyebab longsor TPA Cipayung diduga kuat akibat kapasitas sampah yang sudah melebihi batas (overload). Gunungan sampah yang mencapai ketinggian puluhan meter tersebut ambrol dan menutup akses utama, sehingga truk angkutan sampah tidak dapat membuang muatan ke lokasi pembuangan.

“Kami tak bisa menjangkau lokasi pembuangan lantaran jalur utama menuju TPA terblokir oleh sampah, hal ini memicu efek domino,” ujar Naming, salah seorang sopir truk angkutan sampah, Sabtu (3/10/2026).

Naming menjelaskan bahwa terhambatnya akses di TPA Cipayung berdampak langsung pada pelayanan kebersihan di pemukiman warga. Karena truk tidak bisa melakukan rotasi pengangkutan tepat waktu, sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS), lingkungan perumahan, hingga pasar-pasar mulai menumpuk dan tidak terangkut.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) telah mengerahkan sejumlah alat berat, termasuk excavator dan wheel loader. Langkah ini dilakukan untuk membuka kembali jalur yang tertutup material sampah serta mengatur lalu lintas armada truk secara bergantian agar proses pembuangan bisa kembali berjalan.

Dampak Lingkungan dan Desakan Warga

Kondisi TPA Cipayung yang sudah kritis ini memicu keluhan dari warga sekitar. Arman, warga Kelurahan Cipayung, mengungkapkan bahwa ketinggian gunungan sampah saat ini diperkirakan telah mencapai 30 meter. Menurutnya, longsoran sampah bukan hanya menghambat operasional, tetapi juga merusak ekosistem sungai.

“Wilayah Sawangan dan Cipayung, Kota Depok, kerap terjadi banjir akibat penyempitan dan pendangkalan Kali Pesanggrahan yang dipicu oleh longsoran gunungan sampah dari TPA Cipayung,” ungkap Arman.

Ia menegaskan bahwa warga mendesak pemerintah untuk menutup TPA Cipayung secara permanen. Selain risiko longsor dan banjir, bau menyengat yang ditimbulkan sudah sangat mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat selama bertahun-tahun.

“TPA Cipayung harus ditutup permanen. Tumpukan sampah sudah menggunung tinggi selama bertahun-tahun dan tidak sebanding dengan luas area,” pungkasnya. (H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *