Doktrin Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto Harus sampai Tingkat Polsek
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.(Dok. Antara)

DIREKTUR Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, memberikan apresiasi terhadap doktrin “Polisi Bersama Masyarakat” yang diusung oleh Kapolri baru, Jenderal Suyudi Ario Seto. Doktrin ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan riil publik yang merindukan sosok aparat pengayom dan responsif dalam memberikan pertolongan.

Fernando menegaskan bahwa indikator keberhasilan Polri tidak diukur dari kemegahan program kelembagaan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencakup kecepatan respons terhadap laporan kejahatan hingga kehadiran personel kepolisian sebelum krisis terjadi.

“Rakyat sederhana keinginannya. Ketika rumahnya kemalingan, ada polisi yang datang. Ketika keluarganya menjadi korban kejahatan, ada polisi yang melindungi. Keberhasilan Polri bukan dari banyaknya program, tetapi dari rasa aman warga,” ujar Fernando dalam keterangannya, Sabtu (3/10).

Menurut Fernando, kedekatan dengan warga merupakan kunci utama dalam pencegahan gangguan keamanan sejak dini. Ia menekankan agar semangat “Polisi Bersama Masyarakat” benar-benar diimplementasikan oleh jajaran di tingkat kewilayahan, seperti Polsek dan Polres, agar tidak sekadar menjadi jargon di tingkat pimpinan pusat.

Selain itu, Fernando menyambut baik komitmen Jenderal Suyudi yang terbuka terhadap kritik publik. Ia menggarisbawahi bahwa Polri yang kuat adalah institusi yang dipercaya, bukan yang ditakuti oleh rakyatnya sendiri. Kepercayaan tersebut, menurutnya, harus dibangun melalui pengalaman langsung masyarakat saat berinteraksi dengan petugas.

“Polisi jangan hanya hadir setelah kejadian. Kalau dekat dengan masyarakat, konflik bisa dicegah sejak dini. Polisi yang ideal adalah ketika anak kecil melihat polisi, dia merasa aman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fernando mengajak publik untuk tetap mengawal implementasi doktrin tersebut di lapangan. Ia menekankan pentingnya kepolisian yang bertindak tegas terhadap kejahatan namun tetap humanis kepada rakyat kecil serta profesional dalam penanganan perkara.

“Kita tentu berharap doktrin Polisi Bersama Masyarakat bukan hanya menjadi kalimat yang indah di atas kertas. Rakyat hanya ingin hidup aman dan ketika membutuhkan pertolongan, polisi hadir. Kalau itu bisa diwujudkan, masyarakat merasakan negara benar-benar hadir,” pungkasnya. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *