
MENTERI Luar Negeri Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa arah politik luar negeri Indonesia akan tetap berjalan secara konsisten dan berkesinambungan. Dalam keterangannya di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kamis (1/10), ia memastikan bahwa kebijakan yang telah dirintis oleh Menteri Luar Negeri sebelumnya, Sugiono, akan terus dilanjutkan di bawah arahan Presiden.
Arrmanatha menyatakan bahwa stabilitas politik luar negeri merupakan salah satu kekuatan utama Indonesia dalam kancah hubungan internasional. Menurutnya, kebijakan luar negeri adalah mandat konstitusi yang pelaksanaannya harus selaras dengan visi kepala negara.
“Politik luar negeri memiliki mandat yang jelas. Suatu negara yang memiliki politik luar negeri yang stabil dari tahun ke tahun adalah negara yang baik, dan itu adalah Indonesia,” ujar Arrmanatha.
Fokus pada Keanggotaan DK PBB dan Multilateralisme
Salah satu agenda strategis yang menjadi prioritas pemerintah saat ini adalah pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2029-2030. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan global.
Selain memperkuat posisi tawar di tingkat dunia, pencalonan ini juga membawa misi besar untuk mendorong reformasi sistem multilateral. Arrmanatha menekankan bahwa Indonesia tetap menempatkan multilateralisme sebagai pilar penting dalam diplomasi internasional.
- Kesinambungan: Melanjutkan kebijakan strategis dari periode Menlu Sugiono.
- Mandat Konstitusi: Pelaksanaan diplomasi berada di bawah arahan langsung Presiden.
- Target Global: Pencalonan anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030.
- Reformasi Multilateral: Mendorong sistem internasional yang lebih adil dan efektif.
Arrmanatha menambahkan bahwa kepercayaan Indonesia terhadap sistem multilateral tidak tergoyahkan. Melalui ruang di DK PBB, Indonesia berupaya memastikan partisipasi aktif dalam menciptakan dunia yang lebih aman sekaligus memperjuangkan penguatan institusi global agar tetap relevan dengan tantangan zaman.
“Ini juga menunjukkan kepercayaan kita terhadap pentingnya multilateralisme. Kita juga terus akan menggunakan kesempatan pencalonan kita untuk mendorong reformasi sistem multilateral,” pungkasnya. (Dhk/I-1)
