
POLITEKNIK Negeri Jakarta (PNJ) menggelar Sarasehan Vol. III sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-44 PNJ, Kamis (1/10/2026). Mengusung tema ‘Membangun Sinergi Vokasi, Industri, dan Inovasi untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional’, kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan unsur pemerintah, pendidikan vokasi, industri, serta pemangku kepentingan sektor energi.
Bertempat di Gedung Perpustakaan Lantai 3 Politeknik Negeri Jakarta, Sarasehan Vol. III membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem energi nasional yang didukung oleh sumber daya manusia, teknologi, industri, kebijakan, dan inovasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Syamsurizal, S.E., M.M., kemudian dilanjutkan dengan Opening Speech oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H.. Rangkaian pembukaan juga ditandai dengan Gong Ceremony yang melibatkan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H; Executive Advisor to Chairman of SKK Migas, Mohammad Kemal; dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia tahun 2016 – 2019, Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.B.A. yang juga menjabat Komisaris Independen PT Gunanusa Eramandiri Tbk, sekaligus Alumni PNJ Angkatan 83.
Sarasehan Vol. III menghadirkan keynote speech dari Dr. Ir. Djoko Siswanto, M.B.A. yang diwakili Executive Advisor to Chairman of SKK Migas, Mohammad Kemal.
Diskusi panel menghadirkan empat narasumber dengan perspektif yang berbeda dan saling melengkapi, yakni Prof. Tirta N. Mursitama (Staf Ahli Menteri bidang Hubungan Kelembagaan ESDM), Ali Sahid (Vice President PT Sorik Marapi Geothermal Power), dan Henny Trisnadewi, S.H., M.H., M.B.A., C.C.P., (Corporate Secretary PT Badak LNG), serta Alloysius Joko Purwanto (Senior Energy Economist ERIA). Diskusi dipandu oleh Nurin Swastiningrum sebagai moderator.
Beragam isu dibahas dalam panel diskusi, mulai dari kebijakan dan koordinasi kelembagaan, pengembangan energi panas bumi, kebutuhan kompetensi dan sumber daya manusia, teknologi, LNG, keselamatan kerja, ekonomi energi, daya saing, investasi, hingga perspektif regional.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Salah satu fokus diskusi adalah penguatan kolaborasi PNJ dengan dunia industri melalui penyelarasan kurikulum, magang dan apprenticeship, sertifikasi kompetensi, riset terapan, serta pemetaan kebutuhan industri.
MEMPERKUAT LINK AND MATCH
Melalui forum tersebut, Sarasehan Vol. III menegaskan pentingnya keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan sektor energi.
Kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi, pemerintah, dan industri diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penyelarasan kurikulum, program magang dan apprenticeship, sertifikasi kompetensi, riset terapan, serta keterlibatan industri dalam mengidentifikasi kebutuhan dan persoalan nyata di lapangan.
Forum ini juga menjadi momentum untuk memperluas perspektif bahwa ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan energi, tetapi juga membutuhkan kesiapan manusia, teknologi, industri, kebijakan, dan inovasi yang berjalan secara beriringan. (H-1)
