Kebakaran Hamzah Batik Malioboro, Sri Sultan Ingatkan Pentingnya APAR
Bangunan Hamzah Batik di Malioboro yang mengalami kebakaran.(Dok. Antara)

INSIDEN kebakaran yang menimpa Toko Hamzah Batik di Jalan Malioboro pada Senin (28/9) dini hari memicu perhatian serius dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan pentingnya kesiapsiagaan mandiri melalui penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap bangunan usaha.

Kebakaran yang terjadi sekira pukul 01.30 WIB tersebut diduga bersumber dari ruang dapur di lantai 3 gedung toko. Mengingat lokasi bangunan berada di kawasan Sumbu Filosofi Jogja yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, aspek keselamatan bangunan menjadi prioritas utama.

Menanggapi peristiwa tersebut, Sri Sultan HB X menegaskan bahwa fasilitas pemadam kebakaran mandiri sangat krusial untuk meminimalkan risiko sebelum petugas tiba di lokasi. Menurutnya, penanganan awal saat percikan api muncul dapat mencegah kerusakan yang lebih besar.

“Saya tidak tahu persis ya di sana apakah sudah ada alat pemadam kebakaran dalam arti yang di rumah begitu lho, kan ada kan yang tabung dan sebagainya. Kalau tidak, dibiasakan ya, protokol itu harus ada pemadam kebakaran, APAR. Kalau tidak ya risikonya ya begitu,” tegas Sultan saat memberikan keterangan kepada awak media.

Sultan menambahkan bahwa keberadaan alat pemadam di lokasi usaha maupun fasilitas publik bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari protokol keselamatan yang wajib dijalankan. “Paling sedikit awal itu sudah ada yang disemprot sebelum ada pemadam kebakaran datang,” imbuhnya.

Selain ketersediaan alat, Raja Keraton Yogyakarta ini juga mengingatkan para pemilik usaha untuk disiplin dalam melakukan perawatan berkala. Ia menyoroti pentingnya pengisian ulang tabung pemadam agar tetap berfungsi optimal saat keadaan darurat.

“Tapi nek tuku ya nek setahun ya kudu diisi meneh, ora tur didiemke wae (Tapi kalau membeli alat pemadam kebakaran, kalau sudah semestinya/setahun ya harus diisi ulang lagi, tidak hanya didiamkan saja),” tutur Sultan dalam bahasa Jawa.

Terkait penanganan di lapangan, Pejabat Sementara (Ps) Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, menjelaskan bahwa proses pemadaman melibatkan kekuatan besar, yakni 12 unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil water cannon Polresta Jogja, serta satu truk pemadam milik TNI. Api baru berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 04.45 WIB.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran Hamzah Batik Malioboro masih dalam penyelidikan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah telah dilibatkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama penyidik Satreskrim dan Inafis Polresta Yogyakarta guna mengungkap pemicu utama api di gedung bersejarah tersebut. (H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *