IRGC Iran Serukan Warga AS Ubah Pemerintahan Donald Trump
Donald Trump.(Al Jazeera)

KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyampaikan seruan langsung kepada warga Amerika Serikat bahwa pemerintahan di bawah Presiden Donald Trump harus diubah. Pesan ini disampaikan melalui surat terbuka panjang yang dirilis pada Selasa (29/9), mendesak rakyat AS untuk bangun dan mengambil kembali kendali dari politisi yang mereka sebut korup.

Seruan ini muncul lima minggu sebelum pemilihan sela di AS dan tepat satu hari setelah konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran memasuki bulan ketujuh. IRGC menilai saat ini merupakan waktu yang tepat karena sistem politik Amerika dianggap berada pada titik terlemahnya.

Tuduhan Kebohongan dan Klaim Kemenangan

Dalam surat yang ditujukan kepada rakyat Amerika Serikat yang terhormat, IRGC menuduh pemerintahan Trump menyesatkan publik terkait perang, program nuklir Iran, dan kendali atas Selat Hormuz. Iran juga secara sepihak menyatakan diri sebagai pemenang dalam konflik tersebut.

Pihak IRGC berargumen bahwa AS dan Israel gagal mencapai tujuan mereka meskipun mengerahkan ribuan bom dan rudal. Menurut mereka, serangan tersebut hanya merusak beberapa bangunan industri nuklir dan situs pertahanan udara terbatas, tetapi gagal melumpuhkan kekuatan Iran secara keseluruhan.

Konteks Slogan Death to America

Surat tersebut memberikan penjelasan mengenai slogan Death to America yang sering digunakan dalam politik Iran. IRGC menegaskan bahwa slogan itu ditujukan kepada elite penguasa di Gedung Putih, bukan kepada rakyat Amerika. Mereka menyebut kedua bangsa adalah korban dari kebijakan politisi di Washington.

Perang Informasi dan Penggunaan AI

Langkah ini bukan pertama kali Iran mencoba menjangkau publik AS secara langsung. Sejak perang pecah pada 28 Februari, jaringan media yang berafiliasi dengan Iran dilaporkan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memproduksi konten berbahasa Inggris, mulai dari video bertema Lego hingga meme, guna menyebarkan narasi Teheran mengenai perang tersebut.

Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, menuduh Trump sebagai pembohong kronis yang menyembunyikan dampak nyata dari kampanye militernya terhadap warga AS. Mohebbi meyakini jika rakyat Amerika mengetahui realitas yang sebenarnya, mereka akan memberikan tekanan besar pada pemerintahannya.

Situasi Selat Hormuz dan Diplomasi

Terkait Selat Hormuz, Mohebbi membantah klaim AS bahwa Iran kehilangan pengaruh di jalur air strategis tersebut. Meskipun AS melakukan blokade, data dari firma analitik Kpler menunjukkan ekspor minyak melalui selat tersebut mulai pulih, rata-rata mencapai 13,2 juta barel per hari dalam sepekan terakhir atau sekitar 77 persen dari level sebelum perang.

Di sisi lain, Presiden Trump tetap pada posisinya bahwa Iran kalah telak dan sempat melontarkan ancaman keras di Majelis Umum PBB pekan lalu. Trump menyatakan sedang mempertimbangkan apakah akan membuat kesepakatan baru atau memusnahkan Republik Islam tersebut dengan cepat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas surat terbuka IRGC tersebut. Sementara itu, upaya mediasi terus berjalan dengan Teheran menyatakan bahwa diplomasi adalah satu-satunya jalan keluar dari konflik ini. (Al Jazeera/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *