FT UGM Nonaktifkan Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Berbasis Gender Online
Fakultas Teknik UGM.(Dok. FT UGM)

FAKULTAS Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah tegas terkait dugaan kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang melibatkan sejumlah mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI). Kasus ini mencuat ke publik setelah informasinya tersebar luas di media sosial.

Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Selo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyiapkan dokumen penonaktifan bagi para terduga pelaku selama 1,5 bulan. Selama masa penonaktifan tersebut, mahasiswa yang bersangkutan dilarang mengikuti seluruh kegiatan akademik di lingkungan kampus.

“Mereka tidak bisa ikut kegiatan akademik selama nonaktif,” ujar Prof. Selo saat dihubungi pada Selasa (29/9/2026).

Keputusan penonaktifan sementara ini diambil untuk memastikan suasana kampus tetap kondusif, memberikan perlindungan kepada korban, serta menjaga integritas proses investigasi. Prof. Selo menegaskan bahwa sanksi final nantinya akan diputuskan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UGM setelah pemeriksaan menyeluruh selesai dilakukan.

Sikap Resmi DTETI UGM

Sebelumnya, melalui akun Instagram resmi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) menyatakan keprihatinan mendalam dan memohon maaf atas insiden yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai ke-UGM-an, etika akademik, serta budaya kampus.

Pihak departemen telah mengambil langkah-langkah strategis, di antaranya memberikan dukungan dan pendampingan bagi pihak yang terdampak, memastikan akses layanan pendampingan di lingkungan UGM, menjamin perlindungan bagi saksi yang memberikan keterangan, dan mengawal proses investigasi secara objektif, adil, dan transparan.

DTETI menekankan bahwa penanganan kasus ini bukan sekadar penegakan aturan, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan pembinaan karakter. Institusi berharap kejadian ini menjadi refleksi bagi seluruh sivitas akademika untuk saling menghormati martabat individu dan berani menyuarakan kebenaran.

(H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *