
HUJAN berpeluang mengguyur Kota Batam, namun ancaman kabut asap belum sepenuhnya beranjak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam masih mendeteksi potensi sebaran asap karhutla yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan.
BMKG memprakirakan Batam mengalami hujan ringan pada pagi, siang, hingga malam hari. Sementara pada dini hari, kondisi udara kembali berpotensi kabur. Suhu udara diprakirakan berkisar 25–31 derajat Celsius dengan kecepatan angin 2–14 kilometer per jam dari arah barat.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengatakan, sebaran asap masih menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat meskipun peluang hujan meningkat.
“Waspada potensi sebaran asap karhutla di wilayah Kepulauan Riau yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan,” kata prakirawan BMKG, Rabu (30/1).
Kondisi ini menunjukkan turunnya hujan belum otomatis mengakhiri persoalan asap. Sebelumnya, BMKG juga mendeteksi sebaran asap dari wilayah lain yang bergerak ke wilayah Kepulauan Riau. Udara kabur bahkan telah terpantau di sejumlah daerah di Kepri.
Di Batam, kondisi udara pada siang hingga sore diprakirakan membaik dibandingkan periode udara kabur. Prakiraan cuaca maritim BMKG untuk kawasan Batam Center menunjukkan kondisi cerah berawan pada pagi hingga siang, kemudian berawan tebal pada sore hari. Namun, udara kabur kembali berpotensi muncul pada malam hingga dini hari, dengan jarak pandang sekitar 5 kilometer.
Selain persoalan asap, BMKG mengingatkan potensi hujan dengan akumulasi curah hujan harian kategori sedang, yakni 20–50 milimeter per hari. Hujan tersebut berpotensi disertai petir atau kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah Kepri, termasuk Batam.
Potensi hujan tersebut dipengaruhi adanya pertemuan angin atau konvergensi di sekitar Kepulauan Riau. Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Bagi masyarakat Batam, perubahan kondisi tersebut perlu diwaspadai karena jarak pandang dapat berubah seiring perubahan cuaca dan konsentrasi asap di udara. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan memantau perkembangan cuaca dan kondisi kualitas udara, terutama ketika udara kembali terlihat kabur.
BMKG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan apabila hujan berkembang menjadi lebih lebat dan disertai petir maupun angin kencang. Pada saat yang sama, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi udara apabila kabut asap kembali menebal.
Dengan demikian, hujan yang berpeluang turun hari ini belum menjadi tanda bahwa persoalan asap di Batam telah berakhir. Perubahan arah angin, kondisi atmosfer, dan sumber asap dari wilayah lain masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi kualitas udara di Batam. (HK/E-4)
