Akademisi Apresiasi Kunjungan Wapres Ke Batang
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di Batang, Jawa Tengah.(Dok Antara)

KEHADIRAN langsung seorang pemimpin ketika masyarakat menghadapi persoalan dinilai penting agar pemerintah dapat memahami situasi yang terjadi di lapangan sekaligus memastikan tindak lanjut berjalan.

Pandangan itu disampaikan Guru Besar Ilmu Politik UPI Cecep Darmawan menanggapi kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Wapres datang menemui korban dugaan keracunan makanan, berdialog dengan keluarga, serta memastikan penanganan kesehatan dan investigasi terhadap kejadian tersebut.

“Kehadiran langsung pemimpin sangat penting karena kepemimpinan pada dasarnya bukan hanya soal mengambil keputusan dari balik meja, tetapi juga kemampuan merasakan dan memahami persoalan masyarakat secara langsung,” kata Cecep dikutip Rabu (30/9).

Menurut Cecep, masyarakat dalam situasi seperti itu membutuhkan kepastian bahwa negara hadir dan mendengarkan persoalan yang mereka alami.

Namun, ia juga menekankan bahwa kehadiran fisik seorang pemimpin tidak cukup jika tidak dilanjutkan dengan tindakan kelembagaan.

“Tetapi kehadiran fisik saja tentu tidak cukup. Kehadiran tersebut harus menjadi pintu masuk bagi tindakan kelembagaan. Pemimpin perlu memastikan bahwa informasi dari lapangan diterjemahkan menjadi keputusan, evaluasi, dan perbaikan kebijakan,” tuturnya.

Cecep juga melihat permintaan maaf yang disampaikan Wapres kepada korban dan keluarga sebagai bentuk empati. Namun menurutnya, langkah tersebut perlu diikuti dengan tanggung jawab konkret terhadap para korban.

Ia kemudian mengatakan respons pemerintah terhadap kejadian tersebut pada akhirnya tidak hanya dinilai dari kehadiran pejabat di lapangan, tetapi juga dari keberanian melakukan koreksi terhadap sistem.

“Jadi, saya melihat ada dua dimensi penting dalam kepemimpinan pada situasi seperti ini, yaitu kehadiran secara manusiawi di tengah warga dan keberanian melakukan koreksi secara institusional,” pungkasnya. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *