Netanyahu Diam-diam Temui Presiden Emirat Arab di Tengah Polemik Peringatan Serangan Hamas
Ini adalah kali pertama Emirat Arab secara resmi mengakui pertemuan antara kedua pemimpin tersebut.(Picture allianc/DW)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Abu Dhabi dan bertemu Presiden Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ. Pertemuan itu berlangsung ketika Netanyahu menghadapi laporan bahwa pemimpin Emirat Arab tersebut pernah memperingatkannya tentang rencana serangan Hamas sebelum 7 Oktober 2023.

Menurut sumber, tujuan kunjungan Netanyahu adalah meminta Mohamed bin Zayed menyangkal laporan tersebut. Namun, kantor perdana menteri Israel membantahnya dan menyebut laporan itu sebagai ‘berita palsu’.

Netanyahu terbang menggunakan pesawat pribadi ke Abu Dhabi pada Minggu (27/9). Ia berada di Emirat Arab sekitar empat jam dan bertemu Mohamed bin Zayed selama sekitar satu jam, menurut sumber yang mengetahui perjalanan tersebut. Pertemuan berlangsung di bandara.

Kunjungan itu sebelumnya tidak diumumkan. Kantor Netanyahu baru mengonfirmasi pertemuan tersebut pada Senin (28/9). Emirat Arab juga kemudian mengakui pertemuan itu.

Kantor Netanyahu menyatakan kunjungan tersebut berfokus pada penguatan hubungan bilateral dan persoalan regional. Kantor itu tidak menyebut adanya pembahasan mengenai laporan peringatan serangan Hamas.

“Berita palsu,” kata kantor Netanyahu ketika membantah laporan bahwa Netanyahu meminta Mohamed bin Zayed menyangkal peringatan tersebut.

Di sisi lain, sumber menyebut isu peringatan tersebut justru menjadi pembahasan dalam pertemuan. Sumber itu mengatakan Netanyahu meminta Mohamed bin Zayed menyangkal laporan bahwa ia telah memperingatkan Netanyahu mengenai ancaman Hamas. 

Polemik bermula dari laporan bahwa Mohamed bin Zayed menelepon Netanyahu sekitar satu setengah pekan sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Laporan tersebut menyebut pemimpin Emirat Arab memperingatkan bahwa Hamas sedang merencanakan operasi besar terhadap Israel.

Laporan lain menyebut peringatan dari badan intelijen Emirat Arab sebelumnya telah disampaikan kepada Shin Bet, badan keamanan dalam negeri Israel. Sejumlah laporan juga menyebut Mesir memberikan peringatan sebelum serangan. Namun, rincian dan jalur penyampaian informasi tersebut masih menjadi perdebatan.

Netanyahu telah membantah menerima sejumlah peringatan tersebut. Ia juga menuduh pejabat keamanan Israel gagal memberinya informasi penting menjelang serangan.

Mantan Kepala Shin Bet Ronen Bar membantah tuduhan itu dan menyatakan dirinya telah memperingatkan Netanyahu mengenai bahaya yang akan terjadi. Bar bahkan mengatakan akan menggugat Netanyahu atas pernyataan tersebut.

Kontroversi ini muncul menjelang pemilu Israel. Netanyahu juga menghadapi kritik terkait kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023.

Emirat Arab sendiri tidak mengomentari laporan mengenai peringatan tersebut. Kementerian Luar Negeri Emirat Arab hanya menyatakan kedua negara mempertahankan “jalur komunikasi yang terbuka dan langsung” serta berbagi informasi intelijen yang relevan. (Times of Israel/B-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *