Keluarga Ingin Terduga Penembak Rafli Ramadhani Ditangkap
Hasrullah, 40, kakak kandung korban tewas tawuran antarkelompok warga di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulsel.(MI/Lina Herlina)

HASRULLAH, 40, kakak Rafli Ramadhani, 19, yang menjadi korban tewas tawuran antarwarga di Kecamatan Tallo, Makassar, tidak mengetahui soal aksi demonstrasi yang menuntut Kapolrestabes Makassar dicopot. Ia hanya berharap pelaku dalam kasus tewasnya adiknya segera ditemukan dan dipertemukan dengannya.

Rafli Ramadhani tewas tertembak saat polisi membubarkan tawuran di Makassar. Keluarga mengaku tidak mengetahui rencana aksi demonstrasi bertajuk “Mencengkeram Keras” yang beredar dalam poster DPP FKMI.

 “Kalau aksi demo itu yang saya juga kaget, saya tidak tahu, saya tidak dikonfirmasi. Saya tidak tahu bahwa ada aksi demo,” kata Hasrullah saat diwawancarai, Senin (28/9).

Dalam poster yang beredar, DPP FKMI menyerukan aksi atas peristiwa tewasnya Rafli Ramadhani, 19, dan menuntut pencopotan Kapolrestabes Makassar. Aksi direncanakan digelar Selasa, 29 September 2026, pukul 13.00, di Kapolrestabes Makassar, dengan Jenderal Lapangan Arya Gafri Dinata.

Hasrullah berharap pelaku yang membuat adiknya meninggal dunia segera ditemukan.

“Harapan saya semoga pelaku ditemukan secepatnya. Itu saja harapan saya, bagaimana pelaku ditemukan dan dipertemukan dengan saya,” ujarnya.

Ia menyebut kapolsek setempat sangat membantu keluarga sejak awal dengan mendampingi mulai dari rumah sakit, otopsi, pemakaman, hingga malam pengajian.

“Kalau saya dengan Bapak (Kapolsek) beliau, dia cukup baik. Alhamdulillah, beliau dari awal rumah sakit sampai pemakaman, sampai malam pengajian terus, dia bantu saya,” kata Hasrullah.

Soal pendampingan hukum, Hasrullah mengaku banyak pihak dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menghubunginya. Namun ia memilih menyerahkan urusan tersebut terlebih dahulu pada polisi.

“Iya, pastinya banyak (LBH/LSM). Tapi saya percayakan dulu sama beliau (Kapolsek). Saya cuma bilang jangan dulu karena saya tidak bisa bergerak, karena saya serahkan semua pada Bapak Kapolsek dulu. Sama keluarga juga, ada satu keluarga ini yang bantu,” tuturnya.

Terkait langkah hukum lanjutan, Hasrullah belum memutuskan. Ia akan membicarakannya dengan keluarga setelah pelaku ditemukan.

“Ya nanti kita bicarakan sama keluarga, bagaimana prosesnya. Kalau kita sudah tetap pelakunya, nanti kita bicarakan bagaimana baiknya,” tutupnya. (H-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *