Awas, Sering Susah Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Stroke dan Demensia!
ilustrasi(Magnific)

KESULITAN tidur di malam hari atau insomnia sering kali dianggap sepele sebagai masalah kelelahan biasa. Namun, sebuah tinjauan ilmiah berskala besar membeberkan fakta mengejutkan: insomnia kronis merupakan sinyal bahaya serius bagi kesehatan otak dan mental yang tidak boleh diabaikan.

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr. Luca Vignatelli dari IRCCS Istituto delle Scienze Neurologiche di Bologna, Italia, mengungkapkan bahwa penderita insomnia memiliki peningkatan risiko stroke hingga 26 persen, serta risiko rawat inap akibat berbagai sebab hingga 28 persen.

Kaitan Erat Insomnia dengan Penyakit Kronis

Melalui analisis terhadap sembilan studi yang melibatkan lebih dari 1,3 juta partisipan, para peneliti menemukan berbagai dampak kesehatan jangka panjang yang mengintai penderita insomnia:

Risiko Stroke dan Pembuluh Darah: Kurang tidur kronis memicu tubuh berada dalam status stres konstan yang mengaktifkan respons fight-or-flight. Akibatnya, hormon kortisol tetap tinggi, tekanan darah meningkat, memicu peradangan sistemik, dan mempercepat penumpukan plak di dinding arteri.

Risiko Demensia dan Alzheimer: Kurangnya waktu tidur menghambat fungsi sistem glimfatik, yakni sistem pembersihan limbah metabolik di dalam otak yang sangat penting untuk mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Gangguan Mental: Riset menunjukkan bahwa risiko depresi meningkat hingga tiga kali lipat pada penderita insomnia, disertai peningkatan risiko pemikiran serta percobaan bunuh diri.

Pentingnya Menjaga Kualitas dan Keteraturan Tidur

Meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti, para ahli sepakat bahwa tidur restoratif memiliki peran vital dalam melindungi struktur dan fungsi organ tubuh. American Heart Association (AHA) bahkan telah memasukkan kualitas tidur ke dalam standar utama kesehatan kardiovaskular (Life’s Essential 8).

Untuk melindungi kesehatan otak dan mencegah risiko komplikasi mematikan, masyarakat disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat melalui kebiasaan berikut:

  • Batasi Paparan Layar dan Cahaya Biru: Redupkan lampu menjelang malam untuk merangsang produksi hormon melatonin alami.
  • Konsistensi Jam Tidur: Biasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari demi menjaga kestabilan ritme sirkadian tubuh.
  • Rutinitas Relaksasi Malam Hari: Luangkan waktu 20 hingga 30 menit sebelum tidur untuk aktivitas bebas gawai seperti membaca buku atau meditasi ringan.

(Everyday Health/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *