
PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mengintegrasikan peran komunitas pekerja perempuan melalui Srikandi dan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) dalam penerapan budaya 5K, yakni keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan.
Program tersebut diterapkan di kawasan perkebunan, pabrik kelapa sawit (PKS), hingga permukiman atau emplasemen karyawan. Selain menciptakan lingkungan kerja dan tempat tinggal yang sehat, program diarahkan untuk mendukung pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga serta penerapan ekonomi sirkular.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo sekaligus Pembina Srikandi PTPN IV, Hilda Savitri, mengatakan budaya 5K harus diterapkan sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Tujuan utama dari pembudayaan 5K ini adalah menumbuhkan kepedulian yang bertransformasi menjadi habit atau kebiasaan. Lingkungan kerja dan rumah yang tertata serta sehat secara langsung akan memberikan kenyamanan yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan semangat kerja para insan perusahaan,” ujar Hilda di Jakarta, Selasa (29/9).
Menurut Hilda, keterlibatan perempuan menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan perilaku pengelolaan lingkungan, terutama di tingkat keluarga. Kolaborasi Srikandi dan IKBI diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong perempuan terlibat dalam pengambilan keputusan terkait lingkungan rumah tangga.
“Kolaborasi antara IKBI dan Srikandi memperlihatkan fungsi perempuan dalam menggerakkan perubahan di lingkungan terkecil. Kita mendukung program pemerintah dalam mengelola sampah mulai dari hulu, yakni rumah tangga karyawan,” katanya.
Implementasi budaya 5K dievaluasi melalui kompetisi Lingkungan Hidup dan Rumah Sehat di lingkungan PTPN IV PalmCo. Program tersebut melibatkan tujuh unit pabrik kelapa sawit, 13 unit kebun, dan 13 kawasan rumah sehat karyawan.
Wilayah operasional yang memenuhi kriteria pengelolaan lingkungan dan sampah terbaik akan dijadikan proyek percontohan untuk direplikasi di wilayah operasional PTPN IV PalmCo lainnya.
Ketua IKBI PTPN IV PalmCo Lina Jatmiko mengatakan keberhasilan pengelolaan lingkungan di kawasan perkebunan sangat bergantung pada kedisiplinan keluarga karyawan dalam mengelola lingkungan tempat tinggal.
“Ibu-ibu di rumah memegang kendali utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Melalui penerapan 5K, langkah awal dimulai dari hal paling dasar, seperti memilah sampah organik dan non-organik di rumah tangga, serta merawat pekarangan sesuai kriteria Rumah Sehat,” ujar Lina.
Selain pengelolaan lingkungan, PTPN IV PalmCo memberikan literasi keuangan keluarga melalui seminar bertajuk “Jaga Dompet, Jaga Rumah, Jaga Lingkungan”. Edukasi tersebut mencakup pengelolaan kebutuhan dan keinginan, pengendalian gaya hidup konsumtif, serta pemahaman mengenai risiko pinjaman yang tidak produktif.
Lina mengatakan penguatan literasi keuangan turut mendukung ketahanan keluarga pekerja. “Ibu-ibu yang berperan layaknya ‘Menteri Keuangan’ di rumah tangga juga memerlukan literasi finansial yang baik,” katanya.
Program 5K dan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga tersebut menjadi bagian dari upaya PTPN IV PalmCo memperkuat penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Inisiatif itu juga diarahkan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir melalui pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumber. (E-2)
