
KEPUTUSAN memberikan ponsel pintar (smartphone) kepada anak di usia dini kembali menuai sorotan para ahli kesehatan. Sebuah studi berskala besar di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa anak-anak yang telah memiliki ponsel pintar pada usia 12 tahun menghadapi risiko lebih tinggi mengalami gejala gangguan makan saat menginjak usia 14 tahun.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Jason Nagata dari University of California, San Francisco, ini menunjukkan bahwa hampir seperempat dari hampir 9.000 remaja yang memiliki ponsel pada usia 12 tahun melaporkan setidaknya satu gejala gangguan makan dua tahun berselang. Sebaliknya, angka tersebut jauh lebih rendah, yakni di bawah 16 persen pada kelompok anak seusia yang belum memiliki ponsel pintar.
Dampak Konten Digital dan Media Sosial
Lonjakan kasus gangguan makan, yang meliputi perilaku seperti pesta makan (binge eating), gangguan tidur, hingga mengukur harga diri berdasarkan berat badan, telah menjadi tren mengkhawatirkan di kalangan remaja sejak masa pandemi Covid-19. Para ahli menilai bahwa ponsel pintar bertindak sebagai pintu masuk yang mempermudah anak-anak mengakses dunia digital yang sarat dengan konten berfokus pada penampilan fisik dan standar tubuh tidak realistis.
Temuan ini memperkuat riset-riset sebelumnya. Sebuah studi terpisah di Philadelphia pada Desember lalu juga mencatat bahwa anak yang diberikan ponsel sebelum usia 12 tahun lebih rentan mengalami depresi, obesitas, serta kurang tidur dibandingkan rekan sebayanya.
Anjuran bagi Orangtua: Batasi dan Dampingi
Meskipun para peneliti belum dapat memastikan batas usia mutlak yang paling aman untuk memberikan ponsel kepada anak, para ahli menyarankan usia 13 tahun sebagai titik awal yang lebih matang. Kendati demikian, pengawasan ketat jauh lebih krusial daripada sekadar menunda kepemilikan perangkat.
Orangtua diimbau untuk mengambil langkah-langkah preventif berikut:
- Tetapkan Aturan Penggunaan: Batasi waktu layar (screen time) pada jam-jam atau area tertentu di rumah.
- Sterilkan Kamar Tidur di Malam Hari: Jauhkan ponsel dari kamar tidur saat jam istirahat untuk menjamin kualitas tidur anak.
- Komunikasi Terbuka: Ajak anak berdiskusi secara berkala mengenai konten online yang mereka konsumsi agar mereka memiliki filter etis di dunia digital.
(The Independent/P-4)
